Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menjelaskan dua faktor di balik antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Makassar, Sulawesi Selatan. Penjelasan ini penting karena antrean BBM biasanya dikaitkan dengan kelangkaan pasokan, padahal menurut Bahlil pemicunya justru perubahan pola konsumsi masyarakat dan penyalahgunaan tangki kendaraan.

Penyebab pertama, kata Bahlil, adalah perpindahan sebagian konsumen dari BBM nonsubsidi beroktan RON 92 dan 95 ke BBM bersubsidi. Perpindahan ini terjadi karena harga BBM nonsubsidi dinilai semakin memberatkan, sehingga permintaan terhadap BBM subsidi ikut melonjak dan memperpanjang waktu tunggu di SPBU.

Penyebab kedua berasal dari temuan kepolisian mengenai kendaraan yang tangkinya sengaja dimodifikasi jauh melebihi kapasitas normal, ada yang mencapai 700 liter, bahkan 1 ton. Bahlil mencontohkan kendaraan seperti Pajero yang diisi penuh menggunakan tangki hasil modifikasi tersebut, sehingga satu kendaraan membutuhkan waktu pengisian jauh lebih lama dan turut memperpanjang antrean di belakangnya.

Menanggapi temuan tersebut, Bahlil menyatakan pemerintah akan melakukan penertiban terhadap praktik modifikasi tangki kendaraan ini.