BBRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun, Rampung 3 Bulan
BRI akan membeli kembali sahamnya senilai maksimal Rp1 triliun dari kas internal selama 22 Oktober 2026 hingga 21 Januari 2027, memanfaatkan aturan OJK untuk kondisi pasar yang bergejolak.
22 Oktober 2026Sumber: Keterbukaan Informasi IDX
Ilustrasi AI
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan rencana membeli kembali sahamnya sendiri (buyback) senilai maksimal Rp1 triliun, setelah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan melalui surat No. S-210/PB.21/2026 tertanggal 22 Oktober 2026. Buyback ini memakai payung aturan OJK No. 13/2023 tentang kebijakan menjaga stabilitas pasar modal saat kondisi pasar berfluktuasi signifikan, yang pelaksanaannya diaktifkan lewat surat OJK No. S-112/D.04/2026 tertanggal 9 September 2026. Ini adalah Buyback 2026 Tahap II, berlangsung dari 22 Oktober 2026 sampai paling lambat 21 Januari 2027.
Pembelian dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia lewat satu anggota bursa yang ditunjuk, bisa bertahap atau sekaligus, dengan dana diambil dari kas internal perusahaan. Total saham hasil buyback yang disimpan sebagai saham treasury dibatasi maksimal 10 persen dari modal disetor BRI, dan perseroan memperkirakan biaya tambahan seperti komisi pialang sebesar-besarnya 0,2 persen dari nilai buyback. Saham yang dibeli kembali rencananya dialihkan untuk program kepemilikan saham bagi pekerja, direksi, dan dewan komisaris BRI, tetapi pengalihan itu baru bisa dijalankan setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Berdasarkan simulasi dampak keuangan per 30 Juni 2026, BRI memperkirakan total aset turun dari Rp2.342.796 miliar menjadi Rp2.341.796 miliar, dan total ekuitas turun dari Rp333.620 miliar menjadi Rp332.620 miliar, masing-masing berkurang Rp1 triliun sesuai nilai buyback. Laba bersih diproyeksikan tetap di Rp31.183 miliar, sementara laba per saham naik dari Rp206,94 menjadi Rp207,50 karena jumlah saham beredar mengecil. Rasio kecukupan modal (CAR) turun tipis dari 21,49 persen menjadi 21,42 persen, sedangkan rasio imbal hasil ekuitas (ROE) naik dari 18,79 persen menjadi 18,80 persen.
Penilaian arah di atas menyangkut fundamental emiten, bukan anjuran membeli atau menjual saham.
Foto ilustrasi dibuat dengan AI. Bukan dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari keterbukaan informasi resmi yang disampaikan emiten ke Bursa Efek Indonesia. Catatan redaksi bersifat penjelasan, bukan rekomendasi investasi.
Ada yang ingin ditanyakan soal BBRI? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.