PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan hasil pemeringkatan tahunan atas seluruh surat utangnya oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), sesuai surat yang diteken Corporate Secretary Dhanny pada 4 September 2026. Hasil pemantauan yang diputuskan Komite Pemeringkatan PEFINDO pada 1 September 2026 itu mempertahankan peringkat idAAA, level tertinggi yang diberikan PEFINDO, untuk mayoritas obligasi BRI, sementara Obligasi Subordinasi IV Tahun 2023 bertahan di idAA dan Surat Berharga Komersial Berkelanjutan I bertahan di idA1+, peringkat tertinggi untuk utang jangka pendek. Hampir seluruh instrumen itu disertai outlook Positive untuk periode 1 September 2026 sampai 1 September 2027.

Rincian obligasi yang dipantau meliputi Obligasi Berkelanjutan II Tahap I 2016 Seri E senilai Rp2,35 triliun jatuh tempo 1 Desember 2026, Obligasi Berkelanjutan II Tahap II 2017 Seri D senilai Rp1,3 triliun jatuh tempo 11 April 2027, dan Obligasi Subordinasi IV Tahun 2023 senilai Rp500 miliar jatuh tempo 6 Juli 2028. Tiga seri Obligasi Berwawasan Lingkungan Berkelanjutan I juga dipantau: Tahap I 2022 Seri C Rp500 miliar jatuh tempo 20 Juli 2027, Tahap II 2023 Seri C Rp500 miliar jatuh tempo 17 Oktober 2026, dan Tahap III 2024 Seri C Rp382,9 miliar jatuh tempo 20 Maret 2027. Adapun Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I terdiri atas enam seri, yaitu Tahap I 2025 Seri A Rp1,56 triliun jatuh tempo Juni 2027, Seri B Rp2,11 triliun jatuh tempo Juni 2028, Seri C Rp1,33 triliun jatuh tempo Juni 2030, serta Tahap II 2026 Seri A Rp1,24 triliun jatuh tempo Maret 2027, Seri B Rp2,67 triliun jatuh tempo Maret 2029, dan Seri C Rp1,1 triliun jatuh tempo Maret 2031.

Selain obligasi, PEFINDO juga memantau Surat Berharga Komersial Berkelanjutan I Tahun 2025 dengan nilai maksimum Rp1 triliun yang tetap di peringkat idA1+, kategori tertinggi untuk efek utang jangka pendek, mencerminkan kemampuan BRI memenuhi kewajiban jangka pendeknya dinilai superior dibanding emiten Indonesia lain. Laporan pemeringkatan tahunan ini disampaikan BRI ke OJK sesuai kewajiban dalam POJK Nomor 49/2020 tentang Pemeringkatan Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.