PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) mencatat laba bersih konsolidasi Rp182,28 miliar untuk sembilan bulan pertama 2026 (9M-2026), naik 18,6% dibandingkan Rp153,71 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba sebelum pajak naik lebih tajam lagi, 24,3%, dari Rp154,36 miliar menjadi Rp191,85 miliar. Kenaikan laba ini terjadi di tengah total pendapatan konsolidasi yang justru turun 0,3% menjadi Rp2,91 triliun, dari sebelumnya Rp2,92 triliun.
Dari sisi pendapatan, kontributor terbesar tetap bunga dan dividen senilai Rp1,60 triliun atau 54,9% dari total pendapatan, naik 2,1% dibanding tahun lalu. Pendapatan jasa asuransi menyumbang Rp923,79 miliar atau 31,7%, tumbuh 10,7%. Namun dua lini lainnya tercatat turun: pendapatan digital anjlok dari Rp284,43 miliar menjadi Rp205,94 miliar, sementara pendapatan pasar modal turun dari Rp173,17 miliar menjadi Rp117,13 miliar. Di sisi neraca, total aset konsolidasi BCAP menyusut dari Rp29,04 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp26,86 triliun per September 2026, liabilitas turun dari Rp23,62 triliun menjadi Rp21,50 triliun, dan ekuitas turun dari Rp5,42 triliun menjadi Rp5,36 triliun.
Di segmen perbankan, MNC Bank membukukan pendapatan bunga Rp1,16 triliun dengan rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) di level 20,68%, serta meluncurkan tiga kartu kredit baru bekerja sama dengan JCB International dan PT Kawasaki Motor Indonesia. Di segmen asuransi, premi MNC Life tumbuh 9,5% dan premi MNC Insurance tumbuh 10%. Segmen pembiayaan mencatat total aset MNC Finance dan MNC Leasing sebesar Rp2,31 triliun dengan rasio kredit bermasalah (NPF) 2,49% dan pendapatan Rp305,84 miliar. Di pasar modal, MNC Sekuritas berada di peringkat ke-20 dari 90 perusahaan sekuritas berdasarkan volume transaksi, memperluas jaringan menjadi 185 titik penjualan, dan meresmikan 23 Galeri Investasi BEI secara serentak pada kuartal III 2026 yang tercatat sebagai rekor MURI.
BCAP menyatakan akan memprioritaskan pertumbuhan yang disiplin, transformasi digital, dan kemitraan strategis ke depan, termasuk rencana inisiatif penguatan modal untuk mendukung ekspansi bisnis. Perusahaan belum merinci skema atau jadwal pelaksanaan rencana penguatan modal tersebut dalam siaran pers ini.
