PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), induk usaha Blibli, menyampaikan materi Paparan Publik Tahunan 2026 kepada Bursa Efek Indonesia pada 9 Oktober 2026, menjelang acara paparan publik yang dijadwalkan 14 Oktober 2026. Dalam materi tersebut, perseroan melaporkan Pendapatan Neto konsolidasian semester pertama 2026 (1H26) tumbuh 55 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dari Rp9,6 triliun menjadi Rp14,83 triliun. Take Rate, yaitu persentase komisi yang diperoleh Blibli dari nilai transaksi yang terjadi di platformnya, naik dari 8,6 persen menjadi 9,0 persen, didorong kenaikan di segmen Ritel 1P dan Ritel 3P. Laba Bruto Sebelum Diskon (GPBD) tumbuh 17 persen dari Rp3,5 triliun menjadi Rp4,1 triliun, sementara beban operasional terhadap total nilai transaksi (TPV) turun menjadi 6,3 persen, membuat margin EBITDA terhadap TPV naik 170 basis poin dibanding tahun lalu.
Dari sisi jaringan fisik, perseroan menambah 102 toko baru sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Per akhir September 2026, Blibli mengoperasikan 347 toko elektronik konsumen, 24 toko elektronik rumah tangga, dan 1 toko fesyen dan olahraga, ditambah 60 gerai supermarket premium yang dioperasikan anak usaha PT Supra Boga Lestari Tbk atau Ranch Market (BEI: RANC, dimiliki 70,6 persen oleh BELI), serta 39 pusat pengalaman home and living yang dioperasikan anak usaha PT Dekoruma Inovasi Lestari (dimiliki 99,83 persen oleh BELI). Perseroan juga memperkenalkan layanan pengiriman Prioritas yang menjamin pesanan tiba mulai 30 menit sejak pembayaran selesai, serta membuka toko Apple hello store di Grand Indonesia pada September 2026.
Materi itu juga merangkum hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 4 Juni 2026 dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 15 Juni 2026, yang seluruh agendanya disetujui pemegang saham. RUPST menyetujui pengesahan laporan direksi dan dewan komisaris tahun buku 2025, penetapan gaji dan tunjangan dewan komisaris, serta perubahan susunan dewan komisaris: Imron Hendrata diangkat sebagai Komisaris Utama menggantikan Martin Basuki Hartono, dan Cyrillus Harinowo diangkat sebagai Komisaris Independen. Sementara itu, RUPSLB menyetujui rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), yakni penerbitan saham baru tanpa menawarkannya dulu kepada pemegang saham lama, untuk keperluan program insentif saham karyawan (MESOP) dan keperluan lain di luar program itu, serta persetujuan perubahan anggaran dasar agar sesuai klasifikasi usaha (KBLI) 2025.
