PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) menyampaikan perubahan dan tambahan informasi atas rencana Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 502.866.937 saham seri B baru dengan nilai nominal Rp100 per saham, atau setara maksimal 10 persen dari jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Jika rencana ini dilaksanakan penuh, kepemilikan pemegang saham lama akan terdilusi hingga 9,09 persen. Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham independen dalam RUPSLB pada Jumat, 25 September 2026 pukul 15.00 di Gedung Graha BIP lantai 11, Jakarta Selatan.
Dana hasil PMTHMETD akan disetor dalam bentuk uang tunai dan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta memenuhi kebutuhan modal kerja dan ekspansi usaha Perseroan maupun entitas anaknya, termasuk belanja modal dan operasional. Pelaksanaan bisa dilakukan sekaligus atau bertahap dalam jangka waktu dua tahun sejak RUPSLB menyetujui. Harga pelaksanaan belum ditetapkan, tapi menurut Peraturan I-A Bursa Efek Indonesia harganya paling sedikit 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham BIPP selama 25 hari bursa terakhir sebelum permohonan pencatatan saham tambahan. Investor yang akan membeli saham baru ini juga belum ditentukan sehingga identitasnya belum bisa diungkapkan dalam dokumen ini.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026 dan dengan asumsi PMTHMETD terlaksana penuh, total aset Perseroan diproyeksikan naik dari Rp1,83 triliun menjadi Rp1,88 triliun, sementara total ekuitas naik dari Rp954,36 miliar menjadi Rp1,004 triliun, kenaikan 5,27 persen. Rasio liabilitas terhadap ekuitas membaik dari 0,92 kali menjadi 0,87 kali. Rugi bersih tahun berjalan tetap Rp37,17 miliar, namun rugi per saham menyusut dari Rp7,39 menjadi Rp6,72 karena jumlah saham beredar bertambah.
Dari sisi struktur pemegang saham, porsi Safire Capital Pte Ltd selaku pengendali turun dari 61,62 persen menjadi 56,02 persen, PT Victoria Investama Tbk dari 11,40 persen menjadi 10,36 persen, dan porsi publik dari 26,98 persen menjadi 24,53 persen, sementara investor PMTHMETD baru akan menguasai hingga 9,09 persen. Penerima manfaat akhir dari Safire Capital adalah Louise Li. Selain persetujuan PMTHMETD, RUPSLB juga akan meminta persetujuan perubahan anggaran dasar terkait peningkatan modal ditempatkan dan disetor, serta penyesuaian pasal 3 anggaran dasar soal kegiatan usaha agar sesuai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia 2025.
