Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) menyampaikan jawaban resmi atas tujuh pertanyaan Bursa Efek Indonesia terkait rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD). Bursa meminta jawaban ini dengan mendesak, paling lambat pagi Selasa, 3 November 2026, karena terkait urgensi pencatatan saham baru. Per 31 Oktober 2026, susunan pemegang saham BIPP terdiri dari Safire Capital Ltd dengan 3.098.530.195 saham atau 61,62 persen, PT Victoria Investama Tbk dengan 370.267.000 saham atau 7,36 persen, dan publik dengan 1.599.872.181 saham atau 31,02 persen, dari total 5.028.669.376 saham. Free float Oktober tercatat 884.276.726 saham atau 17,58 persen, naik dari 15,73 persen pada September.
BIPP merinci bahwa PMTHMETD akan menerbitkan total 502.866.937 saham baru, dibagi untuk Safire Capital Pte. Ltd. sebanyak 8.400.000 saham dan PT Gratamulia Pratama sebanyak 494.466.937 saham. Setelah transaksi, total saham BIPP membengkak menjadi 5.531.536.313 lembar, dengan kepemilikan Safire naik menjadi 56,17 persen, Victoria Investama turun menjadi 6,69 persen, Gratamulia Pratama masuk sebagai pemegang baru dengan 8,94 persen, dan porsi publik tergerus dari 31,02 persen menjadi 28,20 persen. Karena jumlah saham free float tetap di 884.276.726 lembar sementara basis total saham membesar, persentase free float ikut turun dari 17,58 persen menjadi 15,99 persen.
Menjawab pertanyaan Bursa soal afiliasi, BIPP menyatakan bahwa pemegang saham pengendali PT Gratamulia Pratama memiliki hubungan keluarga dengan pengendali BIPP, sehingga keduanya tergolong pihak terafiliasi sesuai ketentuan I.6 Peraturan Nomor I-A. BIPP tidak menyebut adanya informasi atau fakta material lain yang belum disampaikan ke publik terkait rencana ini.
