Manajer investasi di balik EBA Syariah BRI-MI Jakarta Lingkar Baratsatu (BJLB01) resmi berganti identitas. PT BNI Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, dan PT PNM Investment Management digabungkan ke dalam PT Mandiri Manajemen Investasi sebagai perusahaan penerima penggabungan, berlaku efektif 1 Oktober 2026. Penggabungan ini tertuang dalam Akta Nomor 262 tanggal 28 September 2026 di hadapan notaris Jose Dima Satria, dan telah diterima pemberitahuannya oleh Menteri Hukum berdasarkan surat tanggal 30 September 2026. Pengumuman penggabungan juga sudah dimuat di dua koran nasional, Investor Daily dan Media Indonesia, pada 1 Oktober 2026.

Bersamaan dengan penggabungan itu, nama perusahaan hasil gabungan berubah dari PT Mandiri Manajemen Investasi menjadi PT Danareksa Investment Management Indonesia, sesuai Akta Nomor 263/2026. Modal dasar perusahaan ini naik dari Rp100 miliar, yang terbagi 2.500 lembar saham senilai Rp40 juta per lembar, menjadi Rp555 miliar yang terbagi 13.875 lembar saham dengan nilai nominal sama. Modal yang sudah ditempatkan dan disetor penuh juga naik, dari Rp60 miliar atau 1.500 lembar saham menjadi Rp182,92 miliar atau 4.573 lembar saham. Susunan direksi dan dewan komisaris turut berubah sesuai Akta Nomor 264/2026, dengan Hardiyanto Pilia menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama.

Secara operasional, kantor pusat baru berlokasi di Menara Mandiri 2 Lantai 15, Jalan Jenderal Sudirman Kavling 54-55, Jakarta Selatan, dengan kantor pendukung di Gedung BRI II Lantai 25, Jakarta Pusat. Domain email seluruh entitas lama, yaitu BRI MI, BNI AM, PNM IM, dan Mandiri Manajemen Investasi, beralih ke domain baru danareksainvestments.com, meski email dengan domain lama tetap diteruskan otomatis selama masa transisi. Situs web masing-masing entitas lama disebutkan masih bisa diakses untuk sementara sebelum konsolidasi penuh ke platform baru. Kontak resmi untuk informasi lebih lanjut adalah Asti Raniasari, Alternative Investment Division Head.