PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), operator bioskop CGV, menyampaikan materi paparan publik insidentil melalui surat bernomor 062/GLP/DIR/X/2026 tertanggal 13 Oktober 2026, ditandatangani Corporate Secretary Yang Cheolung. Surat ini merujuk pada pemberitahuan rencana paparan publik insidentil yang disampaikan perseroan sehari sebelumnya, 12 Oktober 2026. Materi yang dilampirkan memuat kinerja operasional dan keuangan kuartal II 2026, rencana kerja 2027, serta pernyataan soal informasi material.
Dari sisi neraca, total aset perseroan turun dari Rp1,84 triliun pada kuartal II 2025 menjadi Rp1,72 triliun pada kuartal II 2026, sementara liabilitas turun dari Rp1,43 triliun menjadi Rp1,28 triliun. Ekuitas justru naik dari Rp412,86 miliar menjadi Rp436,00 miliar, membuat rasio utang terhadap ekuitas mengecil dari 3,47 kali menjadi 2,95 kali. Namun dari sisi laba rugi, pendapatan turun 16,6 persen dari Rp614,77 miliar menjadi Rp512,41 miliar, dengan pendapatan bioskop turun dari Rp386,12 miliar menjadi Rp310,83 miliar dan pendapatan makanan-minuman turun dari Rp193,94 miliar menjadi Rp161,41 miliar. Hanya pendapatan dari acara dan iklan yang naik, dari Rp34,71 miliar menjadi Rp40,17 miliar. Laba operasi tergerus dari Rp85,79 miliar menjadi Rp38,47 miliar, membuat margin operasi turun dari 13,95 persen menjadi 7,51 persen, dan laba bersih berbalik dari untung Rp25,22 miliar menjadi rugi Rp14,73 miliar.
Dari sisi operasional, dokumen menyebut film-film dengan penonton terbanyak sepanjang 2026 sejauh ini adalah Ghost in the Cell yang tayang 16 April 2026 dengan 542.000 penonton, Tunggu Aku Sukses Nanti yang tayang 18 Maret 2026 dengan 514.000 penonton, dan Danur: The Last Chapter yang tayang di tanggal yang sama dengan 498.000 penonton. Dua judul lain yang disebut adalah Sekawan Limo 2: Gunung Klawih (27 Mei 2026) dengan 326.000 penonton dan Alas Roban (15 Januari 2026) dengan 259.000 penonton. Perseroan juga mencatat pembukaan layar SCREENX baru di CGV 23 Paskal Bandung dan ekspansi jaringan di CGV Pakuwon Mall Yogyakarta.
Perseroan menegaskan bahwa sampai dengan tanggal dokumen ini, belum ada informasi atau fakta material lain yang belum disampaikan ke publik, dan seluruh informasi yang wajib diumumkan ke pemegang saham sejauh ini sudah disampaikan lewat keterbukaan informasi di situs OJK dan BEI. Paparan publik insidentil ini merupakan kelanjutan dari pemberitahuan yang terbit sehari sebelumnya, menyusul suspensi perdagangan saham BLTZ oleh BEI.
