PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ), operator bioskop CGV Cinemas, menggelar Paparan Publik Insidentil secara daring pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 10.30 WIB melalui Zoom. Acara ini dihadiri lima peserta dari luar manajemen, serta diwakili perseroan oleh Direktur Haryani Suwirman, Finance Team Leader Arie Hartomo Putra, dan Marketing Team Leader Mandati Martalangga Putri. Dalam sesi tanya jawab, investor bernama Daniel menanyakan sebab pendapatan turun 16,7 persen dan laba operasi anjlok 55 persen sepanjang Januari-Juni 2026. Manajemen menjawab penurunan itu dipicu konten film yang ditayangkan selama periode tersebut belum berhasil menarik minat penonton secara optimal.
Investor yang sama juga mempertanyakan mengapa laba operasi masih positif tetapi laba bersih justru rugi. Manajemen menjelaskan hal ini terutama disebabkan beban bunga atas pinjaman perseroan yang masih berjalan, dan sebagai upaya mengimbangi beban tersebut, perseroan telah melakukan pembayaran sebagian utang selama 2026 sebagaimana tercermin dalam laporan keuangan. Jurnalis Kontan, Vatrischa Putri, menagih kejelasan rencana ekspansi ke bisnis layanan pijat (KBLI 86995) dan ritel kosmetik Korea (KBLI 47724) yang sebelumnya pernah dipaparkan perseroan. Manajemen menjawab bahwa saat ini perseroan memprioritaskan inisiatif bisnis lain yang dinilai lebih relevan, sehingga rencana diversifikasi ke dua bidang usaha baru tersebut belum menjadi fokus.
Soal operasional, perseroan mengungkap sampai Juni 2026 mengoperasikan 72 bioskop dengan 411 layar, dan telah menambah Auditorium ScreenX di dua lokasi baru, yaitu CGV 23 Paskal Bandung dan CGV Pakuwon Mall Yogyakarta. Manajemen juga menyebut segmen Acara, Iklan, dan Lainnya tumbuh sekitar 15,7 persen pada kuartal II 2026, salah satu sumber pendapatan di luar tiket bioskop yang terus mereka perkuat lewat live viewing, noraebang, dan community event. Namun untuk target pertumbuhan pendapatan dan laba sepanjang 2026, serta besaran belanja modal dan lokasi ekspansi ke depan, perseroan menyatakan belum dapat menyampaikan angka spesifik dan akan terus mengevaluasi sesuai kondisi pasar.
