Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) tengah mempersiapkan pembukaan rekening tabungan secara massal untuk masyarakat di seluruh Indonesia. CEO Danantara Indonesia, lembaga pengelola investasi milik negara, Rosan Roeslani menyampaikan bahwa manajemen kedua bank sudah berkoordinasi agar program ini bisa berjalan cepat. Program ini penting karena menyasar warga yang selama ini belum memiliki rekening bank, sehingga mereka bisa lebih mudah menerima berbagai bentuk bantuan pemerintah.
Rosan menjelaskan BRI akan menjadi bank pelaksana utama yang melayani pembukaan rekening di seluruh provinsi, sementara di Aceh, pembukaan rekening dilakukan lewat BSI karena daerah itu menerapkan sistem perbankan syariah secara khusus. Ia menyampaikan hal ini di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, sebagai kelanjutan dari rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 7 September 2026. Dalam rapat itu, Presiden Prabowo Subianto membahas sejumlah isu ekonomi, termasuk upaya memperkuat akses dan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan, atau yang biasa disebut inklusi keuangan.
Satu hal yang belum final adalah rencana pemberian dana awal Rp50 ribu ke setiap rekening baru itu. Rosan mengatakan mekanisme pembiayaannya, termasuk dari mana dana itu akan diambil, masih dibahas pemerintah dan belum diputuskan. Presiden Prabowo Subianto juga telah meminta Dewan Nasional Keuangan Inklusif bersama Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan untuk menyiapkan aspek teknis program tersebut.
Pemerintah mengarahkan program ini untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan sekaligus membuka kanal yang lebih langsung untuk menyalurkan bantuan sosial tunai. Dengan makin banyak warga memiliki rekening bank, penyaluran bansos diharapkan bisa dilakukan langsung ke rekening penerima, bukan lagi lewat kanal lain yang lebih rumit dilacak.
