Menyambut peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, yang kini berada di bawah naungan Danantara, kembali menonjolkan perannya sebagai penyalur utama pembiayaan bagi pelaku usaha kecil di Tanah Air. Penegasan ini relevan bagi pembaca karena BRI berstatus bank dengan portofolio kredit UMKM terbesar di Indonesia, sehingga kebijakan pembiayaannya berpengaruh langsung pada akses modal jutaan pelaku usaha kecil.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan menjadi fondasi kontribusi perseroan bagi negara, dengan pemberdayaan UMKM sebagai fokus utamanya. Data terbaru mendukung pernyataan itu, hingga akhir Triwulan II 2026 portofolio kredit UMKM BRI mencapai Rp1.235 triliun, setara 75,2 persen dari total kredit perseroan.

Di luar kredit komersial, BRI juga mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR sebesar Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur hingga akhir Juni 2026. Penyaluran ini paling banyak mengalir ke sektor pertanian dengan porsi 42,68 persen dan sektor perdagangan sebesar 32,34 persen, menunjukkan dana KUR sebagian besar menopang kegiatan produktif sehari-hari masyarakat.

Selain pembiayaan UMKM dan KUR, BRI menyebut turut memperluas jangkauan layanan keuangan ke wilayah perbatasan, pesisir, dan kepulauan, memperkuat ekonomi desa, menyediakan akses pembiayaan hunian, serta melayani kebutuhan keuangan pekerja migran Indonesia di luar negeri, sebagai bagian dari delapan kontribusi yang diklaim perseroan menyambut HUT ke-81 RI.