Berlina Tbk (BRNA) menerbitkan kembali laporan keuangan interim untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2026 setelah auditor independen, Kantor Akuntan Publik Paul Hadiwinata, Hidajat, Arsono, Retno, Palilingan dan Rekan, melakukan reklasifikasi penyajian akun. Laporan sebelumnya bernomor 00303 diterbitkan 24 September 2026, lalu dikoreksi menjadi laporan baru bernomor 00306 yang diteken auditor penandatangan Adi Santoso pada 28 September 2026, tanpa mengubah opini yang tetap wajar tanpa modifikasian. Penerbitan ulang ini dilakukan karena Berlina sedang memproses penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) ketiga, berupa penerbitan 543.950.000 saham baru dengan harga pelaksanaan Rp685 per saham, yang akan menambah modal disetor perseroan sebesar Rp372.605.750.000.
Dari sisi kinerja, pendapatan Berlina pada kuartal I 2026 tercatat Rp277,60 miliar, naik tipis dari Rp276,12 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Namun laba bersih periode berjalan turun tajam menjadi Rp4,05 miliar dari Rp11,27 miliar setahun sebelumnya, sementara laba usaha turun dari Rp31,01 miliar menjadi Rp28,53 miliar. Laba per saham dasar pun merosot dari Rp9 menjadi Rp2. Total aset perusahaan per 31 Maret 2026 mencapai Rp2.258,63 miliar dan ekuitas Rp1.017,29 miliar, sementara rasio lancar turun menjadi 0,94 kali dari 1,10 kali pada akhir 2025, yang berarti aset lancar perusahaan sedikit lebih kecil dibanding utang jangka pendeknya.
Dalam surat comfort letter tertanggal 28 September 2026 yang dikirim ke Otoritas Jasa Keuangan dan penjamin emisi PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, auditor menyatakan tidak menemukan indikasi perubahan material pada aset, liabilitas, ekuitas, maupun penurunan laba Berlina sejak 1 Juli hingga 28 September 2026 dibandingkan posisi per 31 Maret 2026. Laporan ini juga merinci struktur anak usaha Berlina, yakni PT Quantex dengan kepemilikan 99,49 persen, PT Natura Plasindo 99,99 persen, PT Lamipak Primula Indonesia 70 persen, dan Hefei Paragon Plastic Packaging Co Ltd di China dengan kepemilikan penuh 100 persen.
