PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) mengoreksi laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum yang sebelumnya disampaikan pada 8 Juni 2026. Koreksi ini dilakukan untuk menyesuaikan format pengungkapan dengan Peraturan OJK Nomor 40 Tahun 2025 tentang Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum. Laporan terbaru mencakup Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Eagle High Plantations Tahap III Tahun 2026 yang efektif pada 12 Maret 2026, dengan total dana yang dihimpun sebesar Rp122,825 miliar. Setelah dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp1,632 miliar, dana bersih yang diterima perseroan mencapai Rp121,192 miliar, dan seluruhnya telah terealisasi 100 persen tanpa sisa, telah habis terpakai sejak Maret 2026.
Seluruh dana bersih dipakai sebagai modal kerja untuk membeli CPO, buah sawit (FFB), pupuk, dan bahan bakar. Rinciannya, pembelian CPO dari PT Farinda Bersaudara senilai Rp36,136 miliar atau 29,82 persen dari total dana, menjadi porsi terbesar. Disusul PT Saraswanti Sawit Makmur Rp19,199 miliar (15,84 persen), PT Berkala Maju Bersama Rp17,700 miliar (14,61 persen), PT Swadaya Sapta Putra Rp15,313 miliar (12,64 persen), PT Sawit Lamandau Raya Rp13,891 miliar (11,46 persen), PT Bumi Agro Prima Rp11,506 miliar (9,49 persen), PT Putra Bongan Jaya Rp6,884 miliar (5,68 persen), dan PT Berlian Nusantara Perkasa Rp563,7 juta (0,47 persen).
Dari sisi biaya penawaran umum sebesar Rp1,632 miliar, rinciannya meliputi biaya jasa penyelenggaraan (management fee) Rp552,71 juta, biaya jasa penjaminan (underwriting fee) Rp184,24 juta, biaya jasa penjualan (selling fee) Rp184,24 juta, biaya konsultan hukum Rp175 juta, biaya notaris Rp125 juta, biaya tim ahli syariah Rp100 juta, biaya wali amanat Rp100 juta, biaya pemeringkatan efek Rp85,98 juta, dan biaya lain-lain seperti pencatatan di BEI serta audit penjatahan Rp125,1 juta. Laporan realisasi per 30 Juni 2026 ditandatangani Direktur Choong Kam Loong di Jakarta pada 9 Oktober 2026, sementara surat koreksi ke OJK ditandatangani Corporate Secretary Rizka Dewi Sulistyorini pada 12 Oktober 2026.
