PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Obligasi Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance Tahap I Tahun 2026 per 30 September 2026. Obligasi ini efektif sejak 9 Juli 2026 dengan total dana yang terkumpul dari penawaran umum sebesar Rp200 miliar. Setelah dipotong biaya penawaran umum sebesar Rp3,48 miliar, dana bersih yang diterima perusahaan mencapai Rp196,52 miliar. Laporan ditandatangani Direktur CNAF, M. Imron Rosyadi Nur, pada 12 Oktober 2026.

Seluruh dana bersih tersebut, atau 100 persen, telah direalisasikan untuk membiayai modal kerja perusahaan. Penggunaannya mencakup pembiayaan investasi, pembiayaan multiguna non syariah, pembiayaan kendaraan roda empat, pembiayaan kendaraan roda dua, serta pembiayaan lain sesuai izin usaha yang telah diperoleh CNAF dari Otoritas Jasa Keuangan. Dengan realisasi penuh ini, sisa dana yang belum terpakai tercatat nol, artinya tidak ada dana mengendap yang masih disimpan dalam instrumen lain menunggu penyaluran.

Dari sisi biaya, rincian Rp3,48 miliar biaya penawaran umum terdiri dari biaya jasa penjaminan emisi Rp377,4 juta atau 11 persen, biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp1,8 miliar atau 52 persen, biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp856,4 juta atau 24 persen, dan biaya lain-lain Rp447,4 juta atau 13 persen. Tidak ada biaya jasa penyelenggaraan, biaya jasa penjualan, maupun biaya jasa konsultasi keuangan yang dibebankan dalam penerbitan ini. Berdasarkan dokumen pendukung, obligasi Tahap I ini merupakan bagian dari program Obligasi Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance dengan target dana total Rp5 triliun.