Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO) melaporkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ketiga yang digelar pada 15 Oktober 2026 di Financial Hall, Graha CIMB Niaga, Jakarta, tidak memenuhi kuorum kehadiran. Rapat ini mengagendakan persetujuan perubahan anggaran dasar perusahaan, khususnya Pasal 3, untuk menyesuaikan klasifikasi bidang usaha dengan Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia. Berdasarkan daftar pemegang saham per 6 Oktober 2026, total saham dengan hak suara sah yang diterbitkan perseroan berjumlah 8.956.361.206 saham. Yang hadir secara fisik maupun lewat sistem elektronik eASY.KSEI hanya 4.200.760.534 saham atau 46,9025 persen, di bawah syarat minimum kehadiran sebesar 48 persen yang ditetapkan lewat Surat Penetapan Otoritas Jasa Keuangan Nomor S-40/PM.2/2026 tanggal 11 September 2026 khusus untuk RUPSLB ketiga ini.

Karena kuorum tidak tercapai, RUPSLB ketiga ini dinyatakan tidak berhak mengambil keputusan apa pun terkait perubahan anggaran dasar. Notaris Dahlia, S.H. yang mencatat jalannya rapat menyatakan hasil rapat akan dituangkan dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Ketiga Nomor 12 tertanggal 15 Oktober 2026, yang salinannya masih dalam proses penyelesaian. Rapat dihadiri oleh jajaran komisaris dan direksi perseroan, yaitu Komisaris Djoko Sumaryono, Komisaris Independen Edwin Pamimpin Situmorang, Komisaris Independen Cahyo Suryo Putro, Presiden Direktur Robin Wirawan, dan Direktur Erry Indriyana. Laporan hasil rapat disampaikan ke Bursa Efek Indonesia oleh Corporate Secretary Wim Andrian pada 19 Oktober 2026.

Kegagalan ini merupakan yang ketiga kalinya, karena RUPSLB sebelumnya dengan agenda yang sama juga tidak mencapai kuorum, sehingga OJK sampai menerbitkan penetapan khusus yang menurunkan syarat kehadiran minimum menjadi 48 persen untuk percobaan ketiga ini. Meski syarat sudah diturunkan, kehadiran pemegang saham tetap tidak mencukupi, sehingga perubahan anggaran dasar terkait klasifikasi usaha ini masih menggantung dan perseroan belum menyebutkan jadwal RUPSLB berikutnya dalam laporan ini.