Bursa Efek Indonesia mengumumkan pencatatan awal surat berharga negara lewat surat No. Peng-HPS-00005/BEI.PP3/09-2026, merujuk siaran pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPU) Kementerian Keuangan tertanggal 24 September 2026. Mulai 28 September 2026, BEI mencatatkan hasil transaksi debt switch atau pertukaran utang antara satu seri obligasi negara dengan tiga seri sukuk negara.

Dalam transaksi ini, Obligasi Negara Republik Indonesia Seri VR0043 dikurangi (debt switch kurang) senilai Rp21,1 triliun, sehingga nilai total seri itu yang tercatat di bursa menjadi nol. VR0043 sendiri diterbitkan 28 September 2020 dan jatuh tempo tepat pada 28 September 2026, hari yang sama dengan tanggal pencatatan pertukaran ini, artinya kewajiban yang seharusnya dibayar tunai saat jatuh tempo dialihkan lewat mekanisme switch, bukan dilunasi langsung.

Sebagai gantinya, tiga seri Surat Berharga Syariah Negara mendapat penambahan (debt switch tambah) dengan nilai emisi baru yang totalnya sama persis, Rp21,1 triliun. PBS028 bertambah Rp7 triliun sehingga nilai totalnya menjadi Rp86,84 triliun, dengan jatuh tempo 15 Oktober 2046. PBS033 bertambah Rp7 triliun menjadi Rp64,57 triliun, jatuh tempo 15 Juni 2047. PBS015 bertambah Rp7,1 triliun menjadi Rp38,67 triliun, jatuh tempo 15 Juli 2047. Pengumuman ditandatangani Kadiv Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A, dan Kadiv Penilaian Perusahaan 3, Lidia M. Panjaitan.