PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) menyampaikan laporan keuangan interim yang tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026 kepada Otoritas Jasa Keuangan pada 27 Oktober 2026, sesuai POJK Nomor 14/POJK.04/2022 tentang penyampaian laporan keuangan berkala emiten. Surat pengantar ditandatangani oleh Widya Olivia Tobing, Legal and Corporate Affairs Division Head yang juga menjabat Corporate Secretary, sementara surat pernyataan tanggung jawab direksi diteken oleh Presiden Direktur Ian Martin Wibawa Kloer dan Direktur Celso Paz Lim.

Dari sisi penjualan, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan naik 13,5 persen menjadi Rp1,848 triliun dari Rp1,628 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Namun laba usaha justru turun menjadi Rp187,4 miliar dari Rp215,9 miliar, karena beban penjualan dan pemasaran naik menjadi Rp567,5 miliar dari Rp507,7 miliar, dan beban administrasi naik menjadi Rp182,6 miliar dari Rp167,4 miliar. Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 13,2 persen menjadi Rp142,7 miliar dari Rp164,3 miliar, dengan laba per saham dasar turun dari Rp147 menjadi Rp127.

Di laporan posisi keuangan, total aset naik menjadi Rp2,581 triliun dari Rp2,350 triliun per akhir Desember 2025, terutama didorong kenaikan persediaan menjadi Rp578,6 miliar dari Rp448 miliar dan piutang usaha pihak ketiga menjadi Rp843,3 miliar dari Rp754,9 miliar. Di sisi liabilitas, utang usaha kepada pihak ketiga melonjak menjadi Rp249,7 miliar dari Rp98,1 miliar. Arus kas bersih dari aktivitas operasi anjlok menjadi Rp122,3 miliar dari Rp191,8 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Perusahaan tetap membagikan dividen Rp71,68 miliar selama periode ini, sedikit lebih rendah dari Rp75,04 miliar pada periode sembilan bulan 2025, sementara total ekuitas naik menjadi Rp1,548 triliun dari Rp1,479 triliun.