PT Kredit Rating Indonesia (KRI) mengafirmasi peringkat A- untuk PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) dan Obligasi I Dwi Guna Laksana Tahun 2025 senilai Rp300 miliar yang jatuh tempo 18 Juni 2030. Outlook peringkat dinaikkan dari sebelumnya stabil menjadi positif, berlaku untuk periode 7 September 2026 hingga 1 Oktober 2027. Hasil pemeringkatan disampaikan KRI kepada DWGL pada 7 September 2026 dan diumumkan pada hari yang sama.

KRI menyebut kenaikan outlook mencerminkan ekspektasi struktur modal yang lebih kuat dan perlindungan arus kas yang membaik, didukung pendapatan dari kontrak take-or-pay serta potensi kenaikan permintaan batu bara domestik. Volume penjualan batu bara DWGL naik dari 3,7 juta ton pada 2022 menjadi 4,2 juta ton pada 2025, seiring alokasi pasokan domestik yang lebih besar untuk memenuhi kewajiban pasar domestik (DMO). Rasio utang terhadap ekuitas (DER) diproyeksikan membaik ke 0,43 kali pada 2026, dari 0,60 kali per 30 Juni 2026, ditopang pertumbuhan ekuitas dan rencana pelunasan medium-term notes pada awal 2026.

Meski begitu, KRI mencatat peringkat DWGL masih dibatasi oleh basis pelanggan yang terkonsentrasi hanya pada produsen listrik berbahan bakar batu bara, serta eksposur terhadap fluktuasi harga batu bara global. Peringkat berpotensi naik jika DWGL berhasil memperluas basis pelanggan secara berkelanjutan, namun bisa diturunkan jika perusahaan mencatat utang lebih tinggi dari proyeksi disertai profitabilitas yang melemah. Per 30 Juni 2026, pemegang saham DWGL tercatat adalah Hawthorn-Capital Investment Pte Ltd (48,52 persen), PT Dian Ciptamas Agung (9,72 persen), Siji Fixed Investa Fund (8,28 persen), dan publik (33,48 persen).