Budiarto Halim, anggota Direksi Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), melaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan bahwa kepemilikan sahamnya di perusahaan bertambah dari 8.493.306 lembar menjadi 10.736.611 lembar, atau naik 2.243.305 lembar. Penambahan ini tercatat pada 1 Oktober 2026 dan berasal dari program MESOP, yaitu program kompensasi karyawan berupa pemberian hak opsi untuk membeli saham perusahaan. Saham tambahan tersebut berstatus kepemilikan tidak langsung dan berupa saham biasa.

Dengan penambahan ini, hak suara Budiarto Halim di ERAA naik dari 0,05 persen menjadi 0,07 persen dari seluruh saham beredar perusahaan. Jika dibandingkan dengan jumlah saham yang sudah ia pegang sebelumnya, penambahan ini cukup besar secara pribadi, sekitar 26,4 persen dari kepemilikan lamanya. Namun dibandingkan total saham ERAA yang beredar di pasar, porsi tambahan ini tetap sangat kecil.

Dokumen laporan tidak menyebutkan sisa hak opsi MESOP yang belum dilaksanakan maupun batas akhir periode pelaksanaannya, sehingga belum jelas apakah Budiarto Halim masih memiliki jatah opsi lain yang bisa dicairkan di kemudian hari.