Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan pasokan dan harga bahan pangan pokok di wilayah yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau masih terkendali. Kepastian ini penting karena bencana alam biasanya berisiko mengganggu jalur distribusi logistik dan memicu lonjakan harga di daerah yang terdampak.

Klaim tersebut didasarkan pada data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok atau SP2KP, alat pantau harga milik Kementerian Perdagangan yang mengumpulkan data dari pasar di seluruh kabupaten dan kota. Menurut Budi, pengawasan harga terus dilakukan agar rantai distribusi pangan tidak terputus saat bencana, dan sejauh ini pasar di kawasan terdampak belum menunjukkan gejolak harga sembako yang berarti.

Di luar isu erupsi, Budi juga menyoroti harga telur dan daging ayam ras yang justru berada di bawah harga acuan pemerintah. Harga acuan telur ayam ras dipatok Rp30 ribu per kilogram, namun harga di pasar sempat anjlok ke Rp22 ribu. Daging ayam ras juga tertekan ke Rp34 ribu per kilogram, jauh dari acuan Rp40 ribu per kilogram.

Budi menegaskan tugas pemerintah bukan hanya meredam kenaikan harga demi konsumen, tetapi juga melindungi peternak dari kerugian akibat harga yang jatuh terlalu dalam. Ia mengingatkan bahwa jika kondisi harga rendah ini dibiarkan, keberlangsungan usaha peternak ayam dan telur bisa terancam.