Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan Indonesia berpeluang menghentikan impor bensin siap pakai apabila program pencampuran bahan bakar bensin dengan etanol sebesar 50 persen, yang disebut E50, berhasil diterapkan. Pernyataan itu disampaikan Bahlil di sela acara donor darah Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara di Jakarta, Senin (21/9). Bagi masyarakat, ini berarti sebagian bensin yang selama ini didatangkan jadi dari luar negeri berpotensi digantikan produksi dalam negeri.

Keyakinan tersebut berkaca dari program serupa untuk solar, yaitu B50, yang mencampur 50 persen bahan bakar nabati berbasis sawit dengan 50 persen solar murni dan sudah berjalan sukses. Menurut Bahlil, pencapaian itu membuat Indonesia berada di posisi terdepan secara global untuk urusan bahan bakar campuran nabati. Keberhasilan itu yang kemudian mendorong pemerintah merambah sektor bensin lewat E50, sekaligus sebagai langkah berjaga di tengah gejolak geopolitik dunia yang bisa mengganggu pasokan energi dari luar negeri.

Angka BPSNilai impor
26,1 miliar US$Juli 2026

Nilai barang yang dibeli Indonesia dari luar negeri. Naik 0,19 miliar US$ dibanding Juni 2026. Tertinggi dalam 31 bulan yang tercatat. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (21.914,1).

Februari 2024: 18,5 miliar US$Maret 2024: 18,0 miliar US$April 2024: 17,0 miliar US$Mei 2024: 19,5 miliar US$Juni 2024: 18,5 miliar US$Juli 2024: 21,9 miliar US$Agustus 2024: 20,8 miliar US$September 2024: 19,0 miliar US$Oktober 2024: 22,1 miliar US$November 2024: 19,8 miliar US$Desember 2024: 21,5 miliar US$Januari 2025: 17,9 miliar US$Februari 2025: 18,8 miliar US$Maret 2025: 18,9 miliar US$April 2025: 20,5 miliar US$Mei 2025: 20,3 miliar US$Juni 2025: 19,3 miliar US$Juli 2025: 20,5 miliar US$Agustus 2025: 19,4 miliar US$September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$Juli 2026: 26,1 miliar US$FebMeiAguNovFebMeiAguNovFebMeiJul20242025202626.09516.994Agustus 2025: 19,4 miliar US$September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$Juli 2026: 26,1 miliar US$AguOktDesFebAprJunJul2025202626.09519.206

Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Impor. Diolah The Signal.

Pemerintah tengah menyusun peta jalan bertahap untuk mewujudkan target itu, dimulai dari penerapan E10 pada 2027 dan naik ke E20 pada 2028. Bahlil mencontohkan Brasil yang sudah berhasil menerapkan campuran etanol hingga E100. Di dalam negeri, pemerintah sudah memetakan sejumlah komoditas pertanian yang berpotensi diolah menjadi etanol, yakni tebu, ubi kayu atau singkong, dan jagung.

Bahlil menegaskan pasokan etanol untuk program ini wajib berasal dari bahan baku dalam negeri, bukan impor. Menurutnya, jika etanolnya tetap didatangkan dari luar negeri, tujuan program ini untuk memperkuat kemandirian energi nasional tidak akan tercapai.