Kementerian ESDM mengumumkan pemenang lelang enam blok migas yang ditawarkan pada tahap pertama tahun ini, sekaligus membuka babak baru lelang untuk delapan blok tambahan. Pengumuman ini penting karena menyangkut siapa yang akan menggarap eksplorasi minyak dan gas di sejumlah wilayah, sekaligus jadi indikator seberapa besar minat investor terhadap blok migas Indonesia saat ini.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri ESDM Nomor 108.K/MG.4/DJM/2026 tanggal 17 September 2026, pemerintah menetapkan pemenang untuk Wilayah Kerja Sapukala dan Natuna D-Alpha lewat skema lelang penawaran langsung, serta Bengara II, Pesut Mahakam, Puri, dan Rupat lewat lelang reguler area studi ABT 2025. Salah satu pemenang yang disebutkan Kementerian ESDM adalah Sinopec International Energy Investment (HK) Holdings Limited. Namun tiga blok lain dalam tahap yang sama, yaitu Rombebai, Maratua II, dan Jayapura, tidak menemukan pemenang dan kini dibuka kembali sebagai wilayah kerja yang bisa diajukan langsung oleh perusahaan tanpa melalui lelang bersaing.

Pada saat yang sama, Kementerian ESDM membuka lelang tahap kedua untuk delapan blok migas baru. Tujuh blok, yakni Jago, Mahesa, Rafflesia, Belibis, Talu, Manta, dan Palu, ditawarkan lewat skema penawaran langsung, dengan masa akses dokumen lelang mulai 17 September hingga 31 Oktober 2026 dan batas akhir pemasukan dokumen partisipasi pada 2 November 2026. Satu blok lainnya, Leti Selatan, ditawarkan lewat lelang reguler dengan jadwal lebih panjang, yakni akses dokumen dan batas partisipasi sama-sama jatuh pada 14 Januari 2027.

Kementerian ESDM juga menyebutkan sejumlah aturan yang sudah diubah untuk menarik minat investor, di antaranya porsi bagi hasil yang lebih besar untuk kontraktor dan bagian awal produksi sebesar 10 persen yang langsung menjadi hak kontraktor. Kontraktor juga tidak diwajibkan mengembalikan sebagian wilayah kerjanya dalam tiga tahun pertama masa kontrak, bisa memilih skema bagi hasil yang paling sesuai, dan wajib menjual sebagian hasil produksi ke pasar dalam negeri dengan harga penuh atau 100 persen. Mereka juga berhak mengajukan insentif tambahan jika pengembangan blok terkendala secara keekonomian.