PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) memberikan tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia atas permintaan penjelasan terkait volatilitas transaksi sahamnya, menyusul surat BEI nomor S-13250/BEI.PP3/10-2026 tertanggal 21 Oktober 2026. Dalam suratnya, perseroan mengungkap bahwa pada 16 Oktober 2026 volume transaksi saham HERO melonjak menjadi 2.072.800 saham dengan frekuensi 126 kali, jauh di atas hari bursa sebelumnya yang hanya 18.400 saham dengan frekuensi 23 kali. Di hari yang sama, harga saham ditutup turun Rp26 atau 8,07 persen, dari Rp322 menjadi Rp296, sementara IHSG turun 678,67 poin dan indeks sektor consumer non-cyclicals turun 67,83 poin.

Menjawab enam poin pertanyaan standar yang diajukan BEI, Head of Corporate Secretary HERO, Iwan Nurdiansyah, menyatakan perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang bisa memengaruhi nilai saham atau keputusan investasi pemodal, dan juga tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sesuai aturan OJK soal laporan kepemilikan saham. Perseroan juga menyebut belum memiliki rencana aksi korporasi dalam tiga bulan mendatang, dan akan menyampaikannya ke OJK dan BEI begitu ada keputusan.

Poin yang relatif lebih konkret ada pada jawaban keenam, soal rencana pemegang saham utama. Perseroan menyatakan telah menanyakan langsung kepada pemegang saham utamanya, dan pemegang saham utama tersebut menjawab belum memiliki rencana melakukan transaksi atas kepemilikan sahamnya di HERO dalam waktu dekat. Surat ini ditandatangani secara elektronik di Tangerang Selatan pada 23 Oktober 2026.