PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) kini tidak lagi mengimpor alumina, bahan setengah jadi dari bijih bauksit yang menjadi bahan baku utama pabrik peleburan aluminiumnya, karena kebutuhan itu sudah dipasok penuh dari fasilitas pemurnian dalam negeri. Perubahan ini penting karena sebelumnya industri aluminium nasional bergantung pada pasokan impor, yang berarti uang mengalir keluar negeri setiap kali bahan baku dibeli dari luar.

Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial Inalum, Arif Haendra, menyebut langkah ini membuat perusahaan menghemat sekitar Rp7 triliun hingga Rp9 triliun per tahun karena tidak perlu lagi mengimpor alumina. Pasokan itu kini berasal dari integrasi rantai produksi bauksit, alumina, dan aluminium yang digarap Inalum bersama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Mempawah, Kalimantan Barat, keduanya berada di bawah holding tambang MIND ID.

Angka BPSNilai impor
23,1 miliar US$Agustus 2026

Nilai barang yang dibeli Indonesia dari luar negeri. Turun 3,03 miliar US$ dibanding Juli 2026. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (22.376,6).

Maret 2024: 18,0 miliar US$April 2024: 17,0 miliar US$Mei 2024: 19,5 miliar US$Juni 2024: 18,5 miliar US$Juli 2024: 21,9 miliar US$Agustus 2024: 20,8 miliar US$September 2024: 19,0 miliar US$Oktober 2024: 22,1 miliar US$November 2024: 19,8 miliar US$Desember 2024: 21,5 miliar US$Januari 2025: 17,9 miliar US$Februari 2025: 18,8 miliar US$Maret 2025: 18,9 miliar US$April 2025: 20,5 miliar US$Mei 2025: 20,3 miliar US$Juni 2025: 19,3 miliar US$Juli 2025: 20,5 miliar US$Agustus 2025: 19,4 miliar US$September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$Juli 2026: 26,1 miliar US$Agustus 2026: 23,1 miliar US$MarJunSepDesMarJunSepDesMarJunAgu20242025202626.09516.994September 2025: 20,5 miliar US$Oktober 2025: 21,8 miliar US$November 2025: 19,8 miliar US$Desember 2025: 23,8 miliar US$Januari 2026: 21,2 miliar US$Februari 2026: 20,9 miliar US$Maret 2026: 19,2 miliar US$April 2026: 25,2 miliar US$Mei 2026: 24,8 miliar US$Juni 2026: 25,9 miliar US$Juli 2026: 26,1 miliar US$Agustus 2026: 23,1 miliar US$SepNovJanMarMeiJulAgu2025202626.09519.206

Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Impor. Diolah The Signal.

Bijih bauksit dari area tambang Antam diolah di fasilitas Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I yang berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun. Dari jumlah itu, 550 ribu ton dipakai sendiri oleh Inalum dan 450 ribu ton sisanya dijual ke pasar ekspor. Kapasitas ini akan bertambah lewat SGAR Fase II, yang saat ini sudah menyelesaikan studi kelayakan bank dan bersiap memasuki tahap keputusan investasi akhir.

Rantai pasok yang terintegrasi dari tambang hingga pabrik peleburan ini diharapkan turut mendorong daya saing industri manufaktur dalam negeri, terutama yang memakai aluminium sebagai bahan baku seperti kendaraan listrik, konstruksi, dan kelistrikan.