Inalum kini sepenuhnya memakai alumina produksi dalam negeri, memangkas impor dan berpotensi menghemat devisa hingga Rp9 triliun per tahun.
15 Oktober 2026Dirangkum dari tvOneNews
Foto: tvOneNews
PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) kini tidak lagi mengimpor alumina, bahan setengah jadi dari bijih bauksit yang menjadi bahan baku utama pabrik peleburan aluminiumnya, karena kebutuhan itu sudah dipasok penuh dari fasilitas pemurnian dalam negeri. Perubahan ini penting karena sebelumnya industri aluminium nasional bergantung pada pasokan impor, yang berarti uang mengalir keluar negeri setiap kali bahan baku dibeli dari luar.
Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial Inalum, Arif Haendra, menyebut langkah ini membuat perusahaan menghemat sekitar Rp7 triliun hingga Rp9 triliun per tahun karena tidak perlu lagi mengimpor alumina. Pasokan itu kini berasal dari integrasi rantai produksi bauksit, alumina, dan aluminium yang digarap Inalum bersama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Mempawah, Kalimantan Barat, keduanya berada di bawah holding tambang MIND ID.
Angka BPSNilai impor
23,1 miliar US$Agustus 2026
Nilai barang yang dibeli Indonesia dari luar negeri. Turun 3,03 miliar US$ dibanding Juli 2026. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (22.376,6).
Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Impor. Diolah The Signal.
Bijih bauksit dari area tambang Antam diolah di fasilitas Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I yang berkapasitas 1 juta ton alumina per tahun. Dari jumlah itu, 550 ribu ton dipakai sendiri oleh Inalum dan 450 ribu ton sisanya dijual ke pasar ekspor. Kapasitas ini akan bertambah lewat SGAR Fase II, yang saat ini sudah menyelesaikan studi kelayakan bank dan bersiap memasuki tahap keputusan investasi akhir.
Rantai pasok yang terintegrasi dari tambang hingga pabrik peleburan ini diharapkan turut mendorong daya saing industri manufaktur dalam negeri, terutama yang memakai aluminium sebagai bahan baku seperti kendaraan listrik, konstruksi, dan kelistrikan.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.