PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) menyampaikan materi public expose tahunan ke Bursa Efek Indonesia pada 17 September 2026, sebagai tindak lanjut dari rencana pelaksanaan public expose yang telah diumumkan lewat surat tertanggal 8 September 2026. Salah satu poin utama dalam materi tersebut adalah rincian penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp19,71 miliar, tepatnya Rp19.714.109.181. Dari jumlah itu, Rp7,49 miliar atau 38,01 persen dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham, setara Rp3 per lembar saham. Sisanya, Rp12,22 miliar, ditahan sebagai laba ditahan untuk memperkuat modal internal perusahaan.
Materi tersebut juga memuat struktur pemegang saham pengendali per akhir 2025. Hendrik Yong menguasai 47,53 persen saham dan menjabat Komisaris Utama, Hermes Thamrin 19,80 persen sebagai Komisaris, Rondy Yunanda 8,04 persen, dan Wincent Yunanda yang menjabat Direktur Utama memegang 3,96 persen. Sisanya, 20,67 persen, dimiliki publik. Jajaran direksi lain yang disebutkan adalah Heny Cahyadi, Flora Chandra, dan Sudaryanto, sementara di jajaran komisaris ada tambahan Alwi Kosasih sebagai Komisaris Independen.
Dari sisi bisnis, HYGN memaparkan perluasan armada kendaraan listrik dari 10 unit motor listrik pada 2024 menjadi 52 unit per Mei 2026, terdiri dari 50 motor listrik dan 2 mobil listrik. Perusahaan juga mengumumkan peluncuran tiga inisiatif baru: ecoCare Pure Air, unit bisnis pemantauan kualitas udara berbasis internet of things (IoT); ecoCare Scent Nano, sistem distribusi aroma otomatis untuk gedung perkantoran dan ritel; serta ecoCare Diamond Series, lini peralatan hygiene dengan desain premium. Di sisi digital, perusahaan menyebut telah meluncurkan enam inisiatif pada 2025, mulai dari aplikasi penjualan terintegrasi CRM bernama Super Sales App hingga sistem pelaporan pengendalian hama tanpa kertas yang disebut e-Pest Monitoring.
