PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN) menggelar public expose tahunan pada Selasa, 22 September 2026, melalui Zoom Meeting dan disiarkan ulang di kanal YouTube perseroan. Acara berlangsung pukul 10.00 hingga 10.45 WIB, dihadiri jajaran direksi yaitu Direktur Utama Wincent Yunanda, serta tiga direktur, Heny Cahyadi, Flora Chandra, dan Sudaryanto. Selain manajemen, acara diikuti 27 peserta dari kalangan investor umum dan media, termasuk Investor Daily, Kontan, Investortrust, dan Beritasatu.com.
Dalam sesi tanya jawab, analis menyoroti pendapatan yang tumbuh 16 persen pada 2025 namun tidak diikuti kenaikan laba bersih yang sepadan. Manajemen menjelaskan margin tertekan karena kenaikan biaya sumber daya manusia akibat kenaikan upah minimum, ditambah biaya rebranding unit usaha yang menjadi bagian dari rencana pasca penawaran umum perdana saham (IPO). Perseroan juga mencatat belanja modal untuk digitalisasi teknologi informasi dan perekrutan program kaderisasi manajemen (management development program), dengan harapan margin membaik pada 2026.
Soal ekspansi, manajemen menyebut belanja modal untuk penambahan armada kendaraan listrik sekitar Rp2 miliar hingga Rp3 miliar pada 2025. Untuk lini bisnis baru, perseroan mengalokasikan capex sekitar Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar bagi unit Ecocare Pure Air dan Diamond Series, dengan pemasaran awal difokuskan di Jabodetabek sebelum diperluas sesuai permintaan, termasuk yang dipicu meningkatnya kepedulian terhadap kualitas udara akibat isu abu vulkanik. Perseroan juga meluncurkan produk baru seperti Scent Nano dan sedang mengembangkan Fly Catcher. Terkait proyeksi 2026, manajemen menyatakan per Juni 2026 pendapatan telah tumbuh 20 persen, dengan target pertumbuhan pendapatan 15 persen dan laba bersih 15-20 persen dibanding 2025, serta menilai pelemahan rupiah berdampak minim karena mayoritas pembelian bahan baku berasal dari pemasok lokal.
