PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA) menyampaikan tanggapan resmi atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia terkait volatilitas transaksi efeknya, sebagaimana diminta BEI melalui surat nomor S-11930/BEI.PP3/09-2026 tanggal 14 September 2026. Dalam surat balasan bernomor 01.205/AG/SPK/IIA/IX/2026 tertanggal 16 September 2026 yang ditandatangani Corporate Secretary IDEA, Nurul Hidayati, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan ke publik, selain yang sudah disampaikan sebelumnya melalui surat nomor 01.202/AG/Spem/IIA/IX/2026 pada tanggal yang sama, perihal negosiasi rencana pengambilalihan perseroan.

Poin paling substansial dari penjelasan ini ada pada konfirmasi rencana pemegang saham utama dan pengendali. IDEA menyatakan telah menanyakan langsung kepada Eko Desriyanto dan PT Idea Asia Investama, yang berencana mengalihkan 707.322.700 saham milik mereka di IDEA, setara 66,58% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan, kepada PT Nawasena Nugra Investama. Pengalihan ini akan menjadikan PT Nawasena Nugra Investama sebagai calon pengendali baru IDEA, sekaligus bagian dari rencana pengambilalihan yang sebelumnya sudah diungkapkan perseroan pada hari yang sama.

Selain itu, IDEA menegaskan tidak mengetahui adanya aktivitas pemegang saham tertentu sebagaimana diatur POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang laporan kepemilikan saham, dan tidak memiliki rencana aksi korporasi lain dalam tiga bulan ke depan yang dapat memengaruhi status pencatatan sahamnya di bursa. Perseroan menyebut pelaksanaan pengalihan saham kepada Nawasena akan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, tanpa merinci jadwal maupun nilai transaksi pengalihan tersebut.