Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,51 persen atau turun 94 poin ke level 6.147,8 pada perdagangan Senin, 28 September 2026. Pelemahan ini tergolong dalam dan menyeret mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia, dengan 554 saham turun harga berbanding hanya 192 saham yang naik dan 217 saham stagnan. Nilai transaksi hari itu mencapai Rp12,49 triliun, menandakan tekanan jual terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang cukup ramai.
Di tengah pelemahan yang meluas, hanya dua sektor yang berhasil bertahan di zona hijau, yaitu transportasi yang naik tipis 0,47 persen dan energi yang naik 0,04 persen. Sebaliknya, sektor teknologi mencatat penurunan paling dalam dibanding sektor lainnya, mencerminkan aksi jual yang terkonsentrasi pada saham-saham berbasis teknologi.
Meski indeks acuan melemah, tidak semua saham ikut tertekan. Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), salah satu konstituen indeks LQ45, justru menguat 3,3 persen dan mencatat kenaikan tertinggi di antara saham-saham blue chip tersebut.
Di jajaran saham berkapitalisasi lebih kecil, sejumlah saham mencatat lonjakan tajam hingga masuk daftar top gainers. Saham IFSH melesat 25 persen ke Rp1.250, SEMA naik 25 persen ke Rp330, dan BSWD menguat 24,9 persen ke Rp1.855.
