Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 15 poin atau 0,24 persen ke level 6.390 pada perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen pasar global terkait harga minyak dunia dan perkembangan situasi di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi perdagangan minyak dunia.

Head of Retail Research Analyst Fanny Suherman memperkirakan IHSG masih berpotensi melemah lebih lanjut menuju level 6.300 pada perdagangan hari ini. Menurutnya, jika indeks mampu bertahan di level tersebut, peluang IHSG untuk kembali menguat atau rebound masih terbuka.

Salah satu pemicu sentimen pasar adalah pembicaraan yang kembali dilakukan Iran dengan Oman terkait pengelolaan Selat Hormuz. Sebelum konflik mengganggu pasokan, sekitar seperlima perdagangan minyak dunia melewati selat tersebut, sehingga harapan jalur ini kembali dibuka turut menekan harga minyak dunia dan memengaruhi pergerakan bursa saham global, termasuk Indonesia.

Sebagai perbandingan, bursa saham Asia pada perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026, justru menguat seiring penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi. Investor pasar Asia saat itu juga tengah menantikan laporan keuangan terbaru dari produsen chip Nvidia sebagai salah satu penggerak sentimen pasar global.