PT Indodana Multi Finance, penyedia layanan beli sekarang bayar nanti atau BNPL yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengubah cara mereka mengelola risiko bisnis. Perusahaan ini menerapkan pendekatan yang mereka sebut Intelligent Governance, Risk, and Compliance atau Intelligent GRC, dengan tujuan agar ekspansi pembiayaan tidak mengorbankan kualitas portofolio dan kepatuhan terhadap aturan.

Bedanya dengan pendekatan lama, fungsi pengawasan risiko dan kepatuhan tidak lagi hanya bekerja belakangan setelah keputusan bisnis diambil, melainkan dilibatkan langsung dalam proses pengambilan keputusan. Indodana Finance mengklaim pendekatan ini tercermin dari penguatan profitabilitas perusahaan dan kualitas portofolio pembiayaan yang tetap berada di level sangat sehat, meski perusahaan tidak merinci angka pertumbuhan laba maupun rasio kredit bermasalah secara spesifik.

Direktur PT Indodana Multi Finance, Iwan Dewanto, mengatakan penerapan GRC yang kuat menjadi fondasi membangun kepercayaan jangka panjang dari masyarakat, mitra bisnis, dan regulator. 'Melalui pendekatan Intelligent GRC, kami mengubah fungsi pengawasan menjadi mitra strategis yang memberikan risk intelligence secara tepat untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,' ujarnya.

Menurut Iwan, hasil dari pendekatan tersebut terlihat dari pertumbuhan laba yang disebutnya signifikan, sekaligus kualitas rasio pembiayaan bermasalah atau NPF yang tetap terjaga di tengah ekspansi bisnis perusahaan.