Badan Pusat Statistik mencatat harga konsumen pada Oktober 2026 naik 0,22 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahunan, inflasi tercatat 3,23 persen, sedikit melambat dari 3,28 persen pada September. Angka ini masih berada di dalam kisaran target yang ditetapkan Bank Indonesia. Bagi masyarakat, ini berarti kenaikan harga barang dan jasa secara umum masih terkendali, meski beberapa komponen seperti harga cabai dan tiket pesawat justru naik lebih tajam.
Inflasi inti, yaitu kenaikan harga barang yang tidak terpengaruh musim panen atau kebijakan pemerintah, tercatat 0,12 persen secara bulanan dan 2,56 persen secara tahunan. Angka tahunan ini melambat dibandingkan 2,84 persen pada bulan sebelumnya. Bank Indonesia menyebut perlambatan ini terjadi di tengah tekanan dari luar negeri yang masih berlanjut, karena ekspektasi masyarakat terhadap kenaikan harga ke depan dinilai masih terjaga.
Perubahan harga barang dan jasa dibanding bulan sebelumnya. Turun 0,08 poin dibanding September 2026. Posisinya di bawah rata-rata 12 bulan terakhir (0,27%).
Sumber: Badan Pusat Statistik, Inflasi Bulanan (M-to-M). Diolah The Signal.
Harga pangan yang bergejolak seperti cabai dan bawang naik 0,77 persen secara bulanan, lebih rendah dari 1,46 persen pada September. Namun secara tahunan, kelompok ini justru naik dari 5,03 persen menjadi 5,81 persen, didorong oleh harga cabai merah dan cabai rawit yang melonjak akibat turunnya produksi di sejumlah daerah sentra. Bank Indonesia menyatakan akan memperkuat program ketahanan pangan bersama pemerintah pusat dan daerah untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem terhadap pasokan pangan ke depan.
Kelompok harga yang diatur pemerintah, seperti tarif transportasi, mengalami inflasi bulanan 0,09 persen, naik dari 0 persen pada bulan sebelumnya. Penyumbang utamanya adalah tarif pesawat, setelah maskapai mulai mengenakan biaya tambahan bahan bakar sebesar 40 persen untuk penerbangan domestik kelas ekonomi. Secara tahunan, kelompok ini tercatat inflasi 3,24 persen, hampir sama dengan bulan sebelumnya yang sebesar 3,25 persen.
