Data Badan Pusat Statistik (BPS) untuk September 2026 menunjukkan arah yang berlawanan antara angkutan penumpang dan angkutan barang. Jumlah penumpang pesawat domestik maupun internasional menyusut, sementara volume barang yang diangkut kapal laut justru bertambah. Pola ini penting dicermati karena menggambarkan bagaimana aktivitas perjalanan dan arus logistik nasional bergerak ke arah yang tidak searah pada periode yang sama.

Pada September 2026, penumpang pesawat domestik turun 12,81 persen menjadi 4,2 juta orang, sedangkan penumpang internasional turun 8,99 persen menjadi 1,7 juta orang. Barang yang diangkut pesawat domestik ikut turun 4,05 persen menjadi 47,4 ribu ton. Secara kumulatif sejak Januari hingga September 2026, penumpang domestik turun 4,49 persen, penumpang internasional turun 1,00 persen, dan barang domestik turun 12,08 persen, menunjukkan pelemahan yang berlangsung sepanjang tahun, bukan hanya di bulan September.

Berbeda dengan angkutan udara, angkutan laut domestik mencatat penumpang yang turun 10,11 persen menjadi 2,4 juta orang pada September 2026, tetapi volume barang yang diangkut justru naik 1,10 persen menjadi 48,2 juta ton. Secara kumulatif Januari sampai September 2026, penumpang angkutan laut malah naik 3,17 persen dan barang naik lebih tinggi lagi, 6,08 persen, dibandingkan periode yang sama.

Angkutan kereta pada September 2026 mencatat penumpang naik 0,47 persen menjadi 48,5 juta orang, namun barang yang diangkut turun 4,65 persen menjadi 6,0 juta ton. Secara kumulatif, penumpang kereta naik 7,64 persen sementara barang turun 5,67 persen. Sementara itu, penumpang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan turun 9,18 persen menjadi 4,2 juta orang pada September 2026, meski secara kumulatif Januari-September tetap naik 8,48 persen.