PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, menjalin kerja sama dengan PT Aplikanusa Lintasarta untuk memperkuat jaringan internet berkapasitas besar di jalur Medan-Batam dan Padang-Batam. Kesepakatan ini penting karena jalur tersebut menghubungkan Sumatra dengan Batam, salah satu pusat aktivitas bisnis dan data di kawasan barat Indonesia. Kerja sama diteken lewat penandatanganan Berita Acara Kesepakatan di sela acara Bali Annual Telkom International Conference 2026 di Nusa Dua, Bali, pada 26 Agustus lalu.
Teknologi yang dipakai bernama Dense Wavelength Division Multiplexing atau DWDM, yaitu cara mengirim banyak jalur data sekaligus dalam satu kabel serat optik. Bayangkan satu jalan tol yang biasanya dilalui satu jalur mobil, lalu dibuat mampu menampung banyak jalur kendaraan sekaligus tanpa membangun jalan baru. Teknologi ini dibutuhkan karena permintaan konektivitas dari perusahaan besar, layanan komputasi awan, dan pusat data terus naik, dan mereka butuh koneksi yang cepat, stabil, serta bisa ditambah kapasitasnya sewaktu-waktu.
Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf mengatakan kolaborasi ini bagian dari strategi perusahaan memperluas pemanfaatan infrastruktur dengan pendekatan terbuka. Ia menyebut penguatan koridor Medan-Batam dan Padang-Batam sebagai fondasi untuk mendukung pertambahan trafik data dan kebutuhan digital baru ke depan. Lukman juga menegaskan InfraNexia memposisikan diri sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi dengan prinsip akses terbuka atau open access, yang berarti jaringannya bisa dipakai berbagai pelaku industri sesuai kebutuhan masing-masing.
Direktur Utama Lintasarta Armand Hermawan menambahkan bahwa konektivitas berkapasitas tinggi menjadi salah satu fondasi utama untuk mendukung transformasi digital yang terus berkembang.
