PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) mengajukan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) sebanyak-banyaknya 12.390.094.754 saham biasa baru dengan nilai nominal Rp15 per saham. Jumlah ini setara sebanyak-banyaknya 66,67 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penambahan modal ini rampung. Penerbitan saham baru ini dibarengi penerbitan sebanyak-banyaknya 1.858.514.214 Waran Seri II, dengan rasio setiap 100 saham baru hasil HMETD melekat 15 waran. Setiap satu waran dapat ditukar dengan satu saham baru bernilai nominal Rp15, namun harga pelaksanaannya baru akan ditetapkan saat pernyataan pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan.

Dana yang terkumpul dari PMHMETD I rencananya dipakai perseroan, baik langsung maupun lewat anak usaha, untuk belanja modal (capex) dan modal kerja (opex) dalam rangka ekspansi usaha. Dana dari pelaksanaan Waran Seri II akan dipakai khusus untuk modal kerja. Jumlah final saham yang diterbitkan serta harga pelaksanaannya masih bergantung pada kebutuhan dana perseroan dan baru akan diungkapkan dalam prospektus resmi. Jika seorang pemegang saham tidak ikut menggunakan haknya, persentase kepemilikannya bisa terdilusi hingga 66,67 persen, sesuai batas maksimal penerbitan saham baru ini.

Pengendali IRSX saat ini adalah PT Matra Tri Abadi (MTA), yang sahamnya dimiliki oleh PT Ekatama Cipta Lestari (50 persen), PT Lintas Maju Maxima (49 persen), dan PT Investasi Gemilang Maju (1 persen). Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 24 September 2026, yang juga akan membahas agenda perubahan susunan direksi dan/atau dewan komisaris. Sebelum RUPSLB, perseroan menjadwalkan daftar pemegang saham yang berhak hadir ditetapkan pada 1 September 2026, disusul iklan pemanggilan rapat pada 2 September 2026. Perseroan menyatakan pelaksanaan PMHMETD I dan Waran Seri II akan dilakukan dalam waktu tidak lebih dari 12 bulan sejak RUPSLB menyetujuinya, dan hingga keterbukaan informasi ini diterbitkan belum ada keberatan dari pihak mana pun terkait rencana tersebut.