PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) mengoreksi laporan keuangan kuartal III 2025 yang sebelumnya disampaikan pada 30 Oktober 2025. Laporan koreksi ini diteken Corporate Secretary Mawar Arsiarni Djunaid dan disampaikan ke Bursa Efek Indonesia pada 18 September 2026. Berdasarkan laporan posisi keuangan per 30 September 2025, ekuitas perseroan tercatat Rp128,24 miliar, naik dari Rp122,50 miliar pada akhir 2024. Total aset mencapai Rp426,43 miliar, naik 39,2 persen atau Rp120,14 miliar dari Rp306,29 miliar pada akhir 2024, sementara total liabilitas naik lebih cepat, yakni 46,4 persen atau Rp107,51 miliar, dari Rp231,47 miliar menjadi Rp338,98 miliar.
Kenaikan aset lancar sebesar 23,9 persen menjadi Rp329,31 miliar terutama didorong investasi deposito mudharabah yang melonjak dari Rp32,42 miliar menjadi Rp103,47 miliar, seiring naiknya kontribusi dana tabarru pada produk pembiayaan. Aset tidak lancar melompat 139,3 persen menjadi Rp97,12 miliar, ditopang aset reasuransi yang naik dari Rp26,41 miliar menjadi Rp48,86 miliar karena makin besar porsi kontribusi peserta yang disesikan ke perusahaan reasuransi. Di sisi kewajiban, liabilitas jangka pendek naik 33,2 persen menjadi Rp214,25 miliar, terutama karena penyisihan kontribusi yang belum menjadi hak naik dari Rp42,4 miliar menjadi Rp59,9 miliar, sedangkan liabilitas jangka panjang naik 76,7 persen menjadi Rp124,74 miliar, didorong liabilitas manfaat polis masa depan yang melonjak dari Rp29,1 miliar menjadi Rp70,4 miliar.
Pada laporan laba rugi, pendapatan usaha JMAS untuk periode sembilan bulan justru turun tipis dari Rp63,06 miliar pada September 2024 menjadi Rp60,83 miliar pada September 2025, berkurang Rp2,23 miliar. Meski begitu, laba tahun berjalan naik dari Rp2,78 miliar menjadi Rp5,39 miliar, sehingga laba per saham dasar ikut naik dari Rp2,78 menjadi Rp5,39 per saham dengan jumlah saham beredar tetap 1 miliar lembar. Kas dan setara kas turun dari Rp8,75 miliar menjadi Rp5,40 miliar, sementara arus kas bersih dari aktivitas operasi melonjak dari Rp13,09 miliar menjadi Rp70,87 miliar, dan utang klaim turun dari Rp11,26 miliar menjadi Rp1,74 miliar. Laporan ini juga menyertakan surat penjelasan kepada bursa terkait Peraturan Bursa I-E Pasal III.1.1.4 soal perubahan aset dan liabilitas lebih dari 20 persen, yang ditandatangani Direktur Utama Basuki Agus.
