Kementerian Perdagangan meluncurkan secara terbatas versi baru platform InaExport dengan lima layanan tambahan, menandai langkah menjadikan platform ini sebagai gerbang ekspor nasional. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan langkah ini untuk memberi pelaku usaha, terutama UMKM, etalase digital yang bisa membantu produk mereka menembus pasar luar negeri. Peluncuran ini penting karena menyatukan sejumlah layanan ekspor yang sebelumnya tersebar menjadi satu sistem.

Lima layanan baru itu meliputi CEK Ekspor, alat asesmen mandiri untuk mengukur kesiapan sebuah usaha melakukan ekspor sekaligus memetakan kebutuhan pembinaan atau pembiayaan. Ada pula Export Sandbox dan Chatbot yang menyediakan simulasi tarif, syarat sertifikasi, regulasi, dan kalkulator biaya ekspor ke berbagai negara tujuan. Layanan lain berupa sistem permintaan pembeli (inquiry) yang mempertemukan calon pembeli asing dengan eksportir yang siap, Dashboard Peluang Ekspor berisi data tarif preferensi di negara tujuan, serta layanan pendukung seperti fasilitasi pameran, penjajakan bisnis, dan misi dagang.

Angka BPSNilai ekspor
26,2 miliar US$Juli 2026

Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,76 miliar US$ dibanding Juni 2026. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (24.007,8).

Februari 2024: 19,3 miliar US$Maret 2024: 22,6 miliar US$April 2024: 19,7 miliar US$Mei 2024: 22,4 miliar US$Juni 2024: 21,1 miliar US$Juli 2024: 22,5 miliar US$Agustus 2024: 23,6 miliar US$September 2024: 22,2 miliar US$Oktober 2024: 24,8 miliar US$November 2024: 24,1 miliar US$Desember 2024: 23,6 miliar US$Januari 2025: 21,4 miliar US$Februari 2025: 21,9 miliar US$Maret 2025: 23,2 miliar US$April 2025: 20,7 miliar US$Mei 2025: 24,6 miliar US$Juni 2025: 23,4 miliar US$Juli 2025: 24,7 miliar US$Agustus 2025: 24,9 miliar US$September 2025: 24,7 miliar US$Oktober 2025: 24,2 miliar US$November 2025: 22,5 miliar US$Desember 2025: 26,3 miliar US$Januari 2026: 22,2 miliar US$Februari 2026: 22,2 miliar US$Maret 2026: 22,5 miliar US$April 2026: 25,3 miliar US$Mei 2026: 23,2 miliar US$Juni 2026: 25,5 miliar US$Juli 2026: 26,2 miliar US$FebMeiAguNovFebMeiAguNovFebMeiJul20242025202626.29019.349Agustus 2025: 24,9 miliar US$September 2025: 24,7 miliar US$Oktober 2025: 24,2 miliar US$November 2025: 22,5 miliar US$Desember 2025: 26,3 miliar US$Januari 2026: 22,2 miliar US$Februari 2026: 22,2 miliar US$Maret 2026: 22,5 miliar US$April 2026: 25,3 miliar US$Mei 2026: 23,2 miliar US$Juni 2026: 25,5 miliar US$Juli 2026: 26,2 miliar US$AguOktDesFebAprJunJul2025202626.29022.156

Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyebutkan sejak Januari 2026 InaExport telah dikunjungi 866 ribu kali, naik 497 persen dibanding total kunjungan sepanjang 2025 yang hanya 145 ribu. Anggota platform yang sudah terverifikasi mencapai sekitar 15 ribu, dan dari permintaan yang masuk dari pembeli internasional maupun perwakilan dagang RI, sekitar 160 di antaranya sudah ditindaklanjuti oleh eksportir yang sesuai. Bersamaan dengan peluncuran ini, Kemendag juga meneken nota kesepahaman dengan 19 mitra strategis dari kementerian, lembaga, pelaku usaha, dan perguruan tinggi, agar program Campuspreneur, Desa BISA Ekspor, dan UMKM BISA Ekspor bisa terhubung dalam satu ekosistem InaExport.

Program UMKM BISA Ekspor, yang dijalankan lewat 46 perwakilan dagang Indonesia di 33 negara, menurut Kemendag menghasilkan transaksi US$134,87 juta sepanjang 2025, dan pada Januari-Agustus 2026 saja nilainya sudah mencapai US$346,99 juta. Kemendag juga menggandeng 24 perguruan tinggi lewat program Campuspreneur, dengan peserta terpilih berkesempatan tampil di Trade Expo Indonesia 2026 pada 14-18 Oktober. Sejumlah asosiasi usaha seperti produsen alat kesehatan dan produsen sepeda motor listrik turut meneken kerja sama, dengan harapan platform ini membantu memperluas pasar bagi anggotanya.