Kementerian Perdagangan merilis lima layanan baru di platform InaExport dan meneken kerja sama dengan 19 mitra untuk memperluas akses pasar ekspor UMKM.
22 September 2026Sumber: Siaran pers Kementerian Perdagangan
Foto: Kementerian Perdagangan
Kementerian Perdagangan meluncurkan secara terbatas versi baru platform InaExport dengan lima layanan tambahan, menandai langkah menjadikan platform ini sebagai gerbang ekspor nasional. Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan langkah ini untuk memberi pelaku usaha, terutama UMKM, etalase digital yang bisa membantu produk mereka menembus pasar luar negeri. Peluncuran ini penting karena menyatukan sejumlah layanan ekspor yang sebelumnya tersebar menjadi satu sistem.
Lima layanan baru itu meliputi CEK Ekspor, alat asesmen mandiri untuk mengukur kesiapan sebuah usaha melakukan ekspor sekaligus memetakan kebutuhan pembinaan atau pembiayaan. Ada pula Export Sandbox dan Chatbot yang menyediakan simulasi tarif, syarat sertifikasi, regulasi, dan kalkulator biaya ekspor ke berbagai negara tujuan. Layanan lain berupa sistem permintaan pembeli (inquiry) yang mempertemukan calon pembeli asing dengan eksportir yang siap, Dashboard Peluang Ekspor berisi data tarif preferensi di negara tujuan, serta layanan pendukung seperti fasilitasi pameran, penjajakan bisnis, dan misi dagang.
Angka BPSNilai ekspor
26,2 miliar US$Juli 2026
Nilai barang yang dijual Indonesia ke luar negeri. Naik 0,76 miliar US$ dibanding Juni 2026. Posisinya di atas rata-rata 12 bulan terakhir (24.007,8).
Sumber: Badan Pusat Statistik, Nilai Ekspor. Diolah The Signal.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyebutkan sejak Januari 2026 InaExport telah dikunjungi 866 ribu kali, naik 497 persen dibanding total kunjungan sepanjang 2025 yang hanya 145 ribu. Anggota platform yang sudah terverifikasi mencapai sekitar 15 ribu, dan dari permintaan yang masuk dari pembeli internasional maupun perwakilan dagang RI, sekitar 160 di antaranya sudah ditindaklanjuti oleh eksportir yang sesuai. Bersamaan dengan peluncuran ini, Kemendag juga meneken nota kesepahaman dengan 19 mitra strategis dari kementerian, lembaga, pelaku usaha, dan perguruan tinggi, agar program Campuspreneur, Desa BISA Ekspor, dan UMKM BISA Ekspor bisa terhubung dalam satu ekosistem InaExport.
Program UMKM BISA Ekspor, yang dijalankan lewat 46 perwakilan dagang Indonesia di 33 negara, menurut Kemendag menghasilkan transaksi US$134,87 juta sepanjang 2025, dan pada Januari-Agustus 2026 saja nilainya sudah mencapai US$346,99 juta. Kemendag juga menggandeng 24 perguruan tinggi lewat program Campuspreneur, dengan peserta terpilih berkesempatan tampil di Trade Expo Indonesia 2026 pada 14-18 Oktober. Sejumlah asosiasi usaha seperti produsen alat kesehatan dan produsen sepeda motor listrik turut meneken kerja sama, dengan harapan platform ini membantu memperluas pasar bagi anggotanya.
Foto dari Kementerian Perdagangan, dipakai sebagai dokumentasi peristiwa yang diberitakan.
Berita ini disusun redaksi The Signal dari siaran pers resmi Kementerian Perdagangan. Angka dan ketentuan mengikuti dokumen aslinya; klaim yang belum terverifikasi ditulis sebagai pernyataan lembaga, bukan fakta.
Ada yang ingin ditanyakan soal berita ini? Bot kami menjawab dari arsip The Signal, lengkap dengan tautan artikelnya.Tanya ke bot The Signal
Mau tahu arahnya, bukan cuma beritanya?Tiap malam hari kerja, satu tulisan yang menjawab ke mana ekonomi bergerak hari itu dan apa yang akan menentukan arahnya. Plus angka pembanding yang tidak ada di situs. Gratis.
Signal+
Ke mana ekonomi bergerak hari ini, dan apa artinya buat keputusanmu besok.
Dikirim tiap malam hari kerja setelah seluruh berita hari itu dibaca.
Formulir pendaftarannya membutuhkan
JavaScript; kalau tidak muncul, daftar langsung lewat halaman Buttondown
kami.