Kalbe Farma Tbk menyampaikan materi Public Expose Tahunan ke Bursa Efek Indonesia melalui surat yang ditandatangani corporate secretary Maria Teresa Fabiola pada 8 September 2026, merujuk pada pengumuman rencana public expose yang sudah disampaikan perseroan pada 28 Agustus 2026. Materi tersebut memuat kinerja keuangan per 30 Juni 2026 yang akan dipaparkan langsung dalam acara Public Expose pada 11 September 2026.
Total penjualan konsolidasi Kalbe naik 14,0 persen dari Rp17,08 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp19,48 triliun pada semester I 2026. Segmen Distribusi dan Logistik, yang dikelola anak usaha PT Enseval Putera Megatrading Tbk (dimiliki 91,98 persen), tumbuh paling tinggi yaitu 26,6 persen menjadi Rp7,21 triliun dan menyumbang 37 persen dari total penjualan. Segmen Consumer Health naik 10,9 persen menjadi Rp2,71 triliun (13,9 persen kontribusi), Obat Resep (Prescription Pharmaceuticals) naik 7,3 persen menjadi Rp5,3 triliun (27,2 persen kontribusi), dan Nutrisi naik 6,5 persen menjadi Rp4,26 triliun (21,9 persen kontribusi).
Meski penjualan naik, margin kotor menyusut dari 41,0 persen menjadi 37,6 persen akibat kenaikan harga bahan baku dan perubahan komposisi produk, sehingga laba bersih turun 2,8 persen dari Rp1,975 triliun menjadi Rp1,919 triliun. Di sisi lain, rasio beban operasional terhadap penjualan justru membaik dari 26,7 persen menjadi 24,9 persen, dengan beban penjualan turun dari 21,0 persen ke 19,8 persen, beban umum dan administrasi dari 4,2 persen ke 3,8 persen, dan beban riset dari 1,5 persen ke 1,2 persen.
Dari sisi permodalan, total utang perseroan naik dari Rp112 miliar pada akhir 2025 menjadi Rp628 miliar per Juni 2026, dengan rasio utang terhadap ekuitas (gearing ratio) naik dari 0,5 persen menjadi 2,4 persen. Saham treasuri tercatat 1.564.531.430 lembar atau 3,34 persen dari modal disetor per 30 Juni 2026, hasil program pembelian kembali saham yang sudah terealisasi penuh untuk tahap senilai Rp1 triliun (Mei 2024-April 2025) dan Rp250 miliar (Mei-Agustus 2025), sementara dua tahap lanjutan senilai masing-masing Rp250 miliar baru terealisasi 21 persen dan 18 persen per posisi Maret 2026. Kapitalisasi pasar Kalbe tercatat Rp35,81 triliun dengan porsi saham publik (free float) 38,31 persen.
