PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) menyampaikan laporan keuangan interim tidak diaudit untuk periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2026. Pendapatan bersih perusahaan tercatat Rp35,67 miliar, turun dari Rp48,10 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Laba kotor ikut turun dari Rp21,03 miliar menjadi Rp14,93 miliar, dan laba bersih merosot dari Rp13,70 miliar menjadi Rp8,12 miliar. Laba per saham turun dari Rp3,10 menjadi Rp1,82. Laporan ini ditandatangani Kan Eddy selaku Direktur Utama dan Lie Elli Sariniyudewi Halim selaku Direktur Keuangan pada 28 Oktober 2026.

Dari sisi posisi keuangan, total aset KOCI per 30 September 2026 naik 5,82 persen menjadi Rp152,83 miliar dibandingkan akhir 2025 yang sebesar Rp144,43 miliar. Total liabilitas naik lebih tajam, 22,85 persen, dari Rp9,01 miliar menjadi Rp11,07 miliar. Ekuitas bertambah dari Rp135,42 miliar menjadi Rp141,77 miliar. Selama periode ini jumlah saham beredar bertambah dari 4.415.602.251 menjadi 4.468.656.818 lembar akibat pelaksanaan waran, dan perusahaan membagikan dividen tunai Rp8,93 miliar.

Dalam surat terpisah kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen menjelaskan tiga pos yang berubah lebih dari 20 persen. Uang muka pembelian tanah turun 38,22 persen dari Rp8,69 miliar menjadi Rp5,37 miliar karena perusahaan kini berfokus mengolah tanah yang belum dikembangkan ketimbang membeli lahan baru. Utang usaha turun 35,59 persen dari Rp2,05 miliar menjadi Rp1,32 miliar setelah perusahaan melunasi sebagian besar utang ke pemasok. Sebaliknya, uang muka penjualan atau liabilitas kontrak melonjak 162,11 persen dari Rp1,43 miliar menjadi Rp3,76 miliar, yang menurut manajemen didorong oleh meningkatnya pembayaran uang muka untuk unit rumah subsidi dan komersial serta bertambahnya jumlah akad jual beli unit komersial.