PT Leyand International Tbk (LAPD) menyampaikan materi public expose tahunan yang memuat rencana transformasi bisnis dari distribusi barang konsumen ke jasa kontraktor pertambangan. Perseroan berencana mengakuisisi 99,99% saham PT Bersaudara Sinergi Sejahtera (BSS), kontraktor tambang full service yang beroperasi di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, dengan nilai transaksi Rp59,43 miliar. Skemanya melalui inbreng saham BSS oleh pengendali, PT JSI Sinergi Mas, senilai Rp44,39 miliar, yang akan dimasukkan sebagai bagian dari Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau rights issue kedua. Rencana ini akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan 20 Oktober 2026.
Dalam PMHMETD II, Perseroan berencana menerbitkan maksimal 2 miliar saham baru Seri B dengan nilai nominal Rp25 per saham dan harga pelaksanaan Rp50 per saham, sehingga dana maksimal yang bisa dihimpun mencapai Rp100 miliar. Dari jumlah itu, Rp44,39 miliar berasal dari inbreng saham BSS oleh JSI Sinergi Mas, sementara sisanya ditargetkan berasal dari setoran tunai publik. Dana hasil rights issue akan dipakai untuk modal kerja dan pengembangan usaha. Perseroan juga berencana melepas kepemilikan di anak usaha distribusi FMCG, PT Rusindo Eka Raya (RER), karena dinilai tidak lagi sejalan dengan fokus usaha baru.
Materi public expose juga memaparkan kinerja keuangan yang memburuk tajam. Penjualan konsolidasian per 30 Juni 2026 tercatat Rp1,91 miliar, turun 98,6% dari Rp138,51 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, sementara rugi bersih melebar menjadi Rp23,95 miliar dari Rp3,59 miliar. Total aset turun 53,4% menjadi Rp99,47 miliar, kas dan bank anjlok 93% menjadi Rp474,8 juta, dan rasio liabilitas terhadap aset naik menjadi 102,66%, yang membuat ekuitas Perseroan negatif Rp2,65 miliar dengan akumulasi rugi mencapai Rp463,91 miliar.
Struktur pemegang saham LAPD saat ini terdiri dari PT JSI Sinergi Mas sebagai pengendali dengan 51% atau 2.022.838.500 saham, dan publik sebesar 49% atau 1.943.511.639 saham dari total 3.966.350.139 saham. Pemilik manfaat akhir JSI Sinergi Mas adalah Sayid Muhammad Riyadh dengan 49,7% dan Jamal Abdul Nasir Bamadhaj, yang juga menjabat Direktur Utama LAPD, dengan 47,8%. Manajemen Perseroan saat ini dipimpin Jamal Abdul Nasir Bamadhaj sebagai Direktur Utama, Sayid Muhammad Riyadh sebagai Komisaris Utama, dan Thauriq Anwar sebagai Komisaris Independen sekaligus Ketua Komite Audit.
