PT Leyand International Tbk (LAPD) menyampaikan tanggapan resmi atas surat permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia tanggal 10 September 2026 terkait rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD II atau rights issue). Perseroan menyebut akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 2 miliar Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dengan rasio 2 banding 1, artinya pemegang dua saham lama berhak membeli satu saham baru. Harga pelaksanaan diperkirakan Rp50 per saham, sehingga dana yang ditargetkan terkumpul mencapai Rp100 miliar. Jika pemegang saham pengendali PT JSI Sinergi Mas melaksanakan haknya penuh sementara pemegang saham publik sama sekali tidak ikut, kepemilikan publik akan terdilusi 33,33 persen. Perseroan juga menegaskan belum menunjuk pembeli siaga untuk menyerap sisa saham yang tidak diambil pemegang HMETD, dan tidak ada rencana penerbitan waran dalam aksi korporasi ini.
Dari Rp100 miliar dana yang ditargetkan, Rp44,4 miliar akan dipakai untuk mengambil alih 99,99 persen saham PT BSS (59.995 saham) melalui skema inbreng, yaitu pembayaran memakai aset berupa saham, bukan uang tunai. Sisanya, Rp55,6 miliar, dialokasikan untuk modal kerja dan pengembangan usaha. Karena JSI Sinergi Mas berstatus pengendali baik di LAPD maupun di BSS, transaksi ini masuk kategori transaksi afiliasi sekaligus transaksi material, sebab nilainya setara 44,63 persen dari total aset Perseroan, jauh di atas ambang 10 persen yang berlaku bagi perusahaan dengan ekuitas negatif. Perseroan menyebut, karena ekuitasnya memang negatif dan modal kerja bersihnya juga negatif per 30 Juni 2026, aturan POJK 17/2020 justru mengecualikan transaksi ini dari kewajiban memakai penilai independen dan dari kewajiban memperoleh persetujuan RUPS independen.
Setelah rights issue rampung, jumlah saham beredar Perseroan akan naik dari 3,97 miliar menjadi 5,97 miliar lembar, dengan saham seri baru (Seri B, nominal Rp25) merepresentasikan 33,52 persen dari total modal disetor. JSI Sinergi Mas diperkirakan tetap memegang 51 persen saham setelah aksi ini, sehingga status pengendali tidak berubah. Perseroan menjadwalkan RUPSLB pada 20 Oktober 2026, penyampaian pernyataan pendaftaran ke OJK pada 27 Oktober 2026, dengan target efektif 23 Desember 2026. Pencatatan saham baru hasil pelaksanaan HMETD ditargetkan 1 Februari 2027.
