Anisa Intan Amalia, perempuan berusia 24 tahun, mendirikan restoran Soko Pawon di Jalan Pepelegi Indah Nomor 2, Sidoarjo, dengan menu utama soto khas Ngawi. Ia adalah lulusan S1 Culinary Business dari Universitas Ciputra Surabaya, sehingga usahanya menjadi contoh bagaimana pendidikan bisnis kuliner diterjemahkan langsung menjadi usaha nyata oleh wirausaha muda.

Konsep pendopo bernuansa tradisional sengaja dipilih Anisa karena ia sejak awal menghindari format kafe. Menurutnya, pelanggan anak muda cenderung membeli sedikit tapi berlama-lama nongkrong sehingga jarang membeli ulang, sementara pelanggan keluarga dan orang tua datang, makan, membayar, lalu pulang, sehingga polanya lebih rutin. Semangkuk soto di Soko Pawon dijual seharga Rp13.000, dilengkapi menu pendamping seperti sate, gorengan, dan ayam bakar.

Setelah sekitar satu tahun fokus menjalankan bisnis, Anisa kembali kuliah untuk menempuh Magister Management dengan peminatan Family Business di kampus yang sama. Ilmu dari bangku kuliah menjadi bekal mengelola usaha, sementara pengalaman orang tuanya sebagai pengusaha menjadi tempatnya berdiskusi setiap kali menghadapi persoalan bisnis.

Respons pelanggan menunjukkan konsep ini mendapat tempat. Ibu Yayuk, salah satu pelanggan yang kerap datang bersama teman-temannya untuk acara, menyebut kuah bening soto yang gurih dan tanpa MSG serta harga yang terjangkau sebagai alasan ia terus kembali ke Soko Pawon.