PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) menyampaikan koreksi atas laporan penggunaan dana hasil penawaran umum yang sebelumnya dikirim 15 Juli 2026, kali ini untuk posisi per 30 Juni 2026. Perseroan mencatat hasil IPO pada 12 Juni 2023 sebesar Rp45 miliar, berasal dari penjualan 450 juta saham dengan harga pelaksanaan Rp100 per saham. Setelah dipotong biaya penawaran umum Rp2,74 miliar, yang terdiri dari biaya jasa penjaminan Rp300 juta, biaya jasa penyelenggaraan Rp650 juta, biaya jasa penjualan Rp300 juta, biaya jasa profesi penunjang pasar modal Rp687,6 juta, biaya jasa lembaga penunjang pasar modal Rp90 juta, dan biaya lain-lain Rp712,9 juta, hasil bersih yang diterima perseroan adalah Rp42,26 miliar.

Seluruh hasil bersih itu dialokasikan untuk modal kerja perseroan sesuai rencana dalam prospektus. Realisasi penggunaan dana yang dilaporkan mencapai Rp42,27 miliar, dan sisa dana yang masih tersimpan di rekening operasional Bank BCA nomor 0954145758 per 30 Juni 2026 hanya Rp150.635, tanpa bunga dan tanpa hubungan afiliasi dengan pihak ketiga mana pun. Selain dana IPO, perseroan juga melaporkan hasil pelaksanaan Waran Seri I yang berlangsung 12 Desember 2023 sampai 11 Juni 2025, senilai Rp9.998.100, yang juga dilaporkan telah seluruhnya terpakai untuk modal kerja.

Dalam surat pengantar bertanggal 14 Juli 2026 yang menjadi dasar laporan ini, Direktur Utama perseroan menyatakan bahwa dana hasil IPO yang diterima sejak 12 Juni 2023 telah habis terpakai seluruhnya. Laporan ini merupakan pemenuhan kewajiban rutin sesuai POJK Nomor 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, dan ditandatangani secara elektronik oleh Direktur Keuangan Carolina Djaja.