PT Medela Potentia Tbk (MDLA) menyampaikan hasil public expose tahunan yang digelar Selasa, 8 September 2026, pukul 15.00 sampai 16.00 WIB secara daring melalui Public Expose Live 2026 di situs Bursa Efek Indonesia. Acara dihadiri Direktur Utama Juliwaty, Direktur Edbert Orotodan, Direktur Wimala Widjaja, dan Investor Relations Harris Lesmana, serta diikuti 68 analis, investor, dan media di luar manajemen dan karyawan perseroan.

Dalam sesi tanya jawab, manajemen mengungkapkan pendapatan semester I 2026 tumbuh 10,1 persen, tetapi laba kotor hanya naik 6,8 persen sehingga marjin kotor turun dari 9,6 persen menjadi 9,3 persen. Perseroan menyebut penyebabnya adalah perubahan komposisi produk yang terjual, kondisi pasar, tingkat kompetisi, dan strategi komersial di masing-masing lini produk, namun tidak merinci berapa persen penurunan itu berasal dari masing-masing faktor tersebut.

Soal struktur pemegang saham, manajemen menyatakan porsi saham yang beredar di publik atau free float saat ini sebesar 16,89 persen, sudah di atas syarat minimum 15 persen yang harus dipenuhi hingga 31 Maret 2028. Perseroan juga menegaskan belum ada rencana rights issue atau penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu dalam waktu dekat.

Untuk segmen alat kesehatan, manajemen melaporkan penjualan produk buatan sendiri tumbuh sekitar 34 persen pada semester I 2026, didorong kenaikan jangkauan distribusi 12 persen dan output produksi 8 persen. Ke depan, perseroan berencana meluncurkan sekitar 4 sampai 5 merek baru di kategori perawatan luka dan peralatan ruang operasi, serta memperluas ekspor yang saat ini sudah menjangkau Kamboja dan Timor Leste ke kawasan ASEAN dan Afrika, sembari mengembangkan bisnis internasional lewat Dynamic Argon Cambodia dan ekosistem digital GoApotik.