PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) menyampaikan penjelasan resmi kepada Bursa Efek Indonesia menanggapi surat permintaan penjelasan bernomor S-11500/BEI.PP3/09-2026 terkait volatilitas transaksi sahamnya. Surat balasan bernomor 004/SPE/HMI/IX/2026 tertanggal 9 September 2026 itu ditandatangani Direktur Utama sekaligus Corporate Secretary perusahaan, dr. Yenny Marlina.

Dalam surat itu disebutkan bahwa pada 7 September 2026 aktivitas transaksi saham MEDS melonjak drastis dibanding hari bursa sebelumnya, dari 18.218.100 saham dengan 955 kali transaksi menjadi 1.173.817.400 saham dengan 52.881 kali transaksi. Harga saham ditutup naik Rp25, dari Rp72 menjadi Rp97, atau melonjak 34,72 persen, dan menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA), yaitu batas kenaikan harga tertinggi yang diizinkan bursa dalam satu hari perdagangan. Pergerakan ini berlawanan arah dengan pasar secara umum, sebab pada hari yang sama IHSG justru turun 16,80 poin sementara indeks sektor kesehatan naik 12,42 poin.

Menjawab enam pertanyaan standar bursa, manajemen menyatakan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal, dan belum memiliki rencana tindakan korporasi apa pun dalam tiga bulan mendatang, termasuk yang berdampak pada status pencatatan saham di bursa. Perseroan juga menyebut bahwa perubahan kepemilikan saham oleh anggota Dewan Komisaris sudah dilaporkan sesuai ketentuan OJK, dan pemegang saham utama serta pengendali perusahaan mengonfirmasi belum ada rencana terkait kepemilikan sahamnya.