Rencana implementasi biodiesel B50, yakni campuran 50 persen bahan bakar nabati pada solar, dinilai memerlukan dukungan tata kelola dan regulasi yang lebih kuat. Kepastian aturan dianggap penting agar pelaku industri berani berinvestasi menambah kapasitas produksi.

Program mandatori biodiesel selama ini menjadi salah satu andalan pemerintah untuk menekan impor solar sekaligus menyerap produksi minyak sawit domestik. Namun setiap kenaikan porsi campuran menuntut kesiapan pasokan bahan baku dan infrastruktur pencampuran.

Sejumlah pihak mengingatkan agar peningkatan porsi biodiesel tidak sampai mengganggu pasokan minyak goreng untuk kebutuhan rumah tangga, mengingat keduanya bersumber dari komoditas yang sama.