Kementerian ESDM tengah mencari sumber pasokan batu bara alternatif untuk industri semen yang terganggu akibat menyusutnya debit sungai di Kalimantan. Pemerintah menargetkan persoalan ini tuntas pekan ini atau paling lambat pekan depan, hal yang penting karena batu bara adalah bahan bakar utama proses produksi semen.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Tri Winarno mengatakan kementeriannya menerima sejumlah laporan kekurangan pasokan dari pabrik semen dan sedang berupaya mengalihkan atau mencari pasokan dari tempat lain. Ia menyebut penurunan debit sungai sebagai salah satu penyebab utama terhambatnya distribusi, sejalan dengan keterangan Wakil Menteri ESDM Yuliot yang sebelumnya menyoroti gangguan serupa di Kalimantan Timur.

Sungai yang surut lebih dulu mengganggu distribusi bahan bakar minyak. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman, dalam rapat dengan Komisi XII DPR RI akhir Agustus lalu, mengungkap kapal pengangkut BBM lewat jalur sungai di Kalimantan terkendala beroperasi. Pemerintah merespons dengan menambah jumlah truk pengangkut lewat darat, meski kapasitas angkutan darat jauh lebih terbatas dibanding kapal sungai.

Dampak kemarau panjang ini merembet sampai ke pasokan air bersih. Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta warga mengurangi pemakaian air bersih karena debit Sungai Mahakam menyusut dan kadar kloridanya naik akibat kemarau berkepanjangan.