PT Mandiri Manajemen Investasi, manajer investasi yang mengelola EBA Mandiri GIAA01 (surat berharga berbasis pendapatan penjualan tiket Garuda Indonesia), resmi bergabung dengan PT BNI Asset Management, PT BRI Manajemen Investasi, dan PT PNM Investment Management. Penggabungan berlaku efektif 1 Oktober 2026 sesuai Akta Notaris Nomor 262 tanggal 28 September 2026 yang dibuat di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn. Akibatnya, status badan hukum BNI Asset Management, BRI Manajemen Investasi, dan PNM Investment Management berakhir tanpa likuidasi, dan seluruh aset serta kewajibannya beralih ke Mandiri Manajemen Investasi sebagai perusahaan penerima penggabungan. Bersamaan dengan itu, nama perusahaan berubah dari PT Mandiri Manajemen Investasi menjadi PT Danareksa Investment Management Indonesia.
Sebagai bagian dari penggabungan, modal dasar perusahaan naik dari Rp100 miliar (2.500 lembar saham) menjadi Rp555 miliar (13.875 lembar saham), sementara modal ditempatkan dan disetor naik dari Rp60 miliar (1.500 lembar saham) menjadi Rp182,92 miliar (4.573 lembar saham). Seluruh saham tersebut kini dipegang oleh PT Danantara Asset Management sebagai pemegang saham tunggal. Susunan direksi dan komisaris yang baru juga ditetapkan: Hardiyanto Pilia sebagai Direktur Utama, Ernawan Rahmat Salimsyah dan Febi Fabiona Sudradjat sebagai Direktur, serta Ir. Sumariyandono, MPM sebagai Komisaris Utama, didampingi Riyanto Prabowo, SH, MH sebagai Komisaris dan Tjut Andjani Yuzar sebagai Komisaris Independen.
Perusahaan juga mengubah alamat kantor pusat ke Menara Mandiri 2 Lantai 15, Jalan Jenderal Sudirman Kaveling 54-55, Jakarta Selatan, dengan kantor pendukung operasional di Gedung BRI II Lantai 25, Jalan Jenderal Sudirman Kaveling 44-46, Jakarta Pusat. Domain email seluruh entitas yang bergabung beralih ke @danareksainvestments.com, meski alamat email lama tetap diteruskan secara otomatis selama masa transisi. Situs web masing-masing entitas lama untuk sementara masih dapat diakses sebelum konsolidasi penuh ke situs resmi baru. Kontak yang ditunjuk untuk korespondensi lebih lanjut adalah Asti Raniasari, Kepala Divisi Alternative Investment.
