PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) saham yang efektif sejak 28 Maret 2024. Dari dana kotor IPO sebesar Rp120 miliar, setelah dipotong biaya penawaran umum Rp4,46 miliar, dana bersih yang diterima perusahaan adalah Rp115,54 miliar. Per 30 Juni 2026, perusahaan baru merealisasikan penggunaan dana sebesar Rp76,08 miliar atau 65,86 persen dari dana bersih tersebut, sehingga masih tersisa Rp39,46 miliar yang belum terpakai.
Berdasarkan rincian yang dilaporkan, dana paling banyak dialokasikan untuk pembangunan kantor dan pabrik di Lamongan, dengan rencana Rp48,74 miliar (42,18 persen) dan realisasi Rp48,23 miliar (41,74 persen), sehingga pos ini praktis sudah hampir tuntas. Pembelian peralatan kantor senilai Rp416,20 juta dan modal kerja Rp5,55 miliar juga sudah terealisasi penuh sesuai rencana. Namun sejumlah pos capex masih tertinggal jauh dari target: pembelian mesin yang direncanakan Rp12,96 miliar (11,21 persen) belum terealisasi sama sekali, pembelian peralatan pabrik baru terealisasi Rp1,62 miliar dari rencana Rp9,92 miliar, pembelian kendaraan pengangkutan dan operasional baru Rp1,86 miliar dari rencana Rp5,29 miliar, dan modal kerja untuk unit baru pengolahan bata merah baru terealisasi Rp18,41 miliar dari rencana Rp32,66 miliar.
Sisa dana Rp39,46 miliar saat ini disimpan dalam bentuk deposito on demand di Bank Mandiri dengan bunga 4,7 persen per tahun, dan Bank Mandiri dicatat sebagai pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perusahaan. Laporan ini merupakan revisi atas laporan realisasi periode yang sama yang sebelumnya disampaikan pada 15 Juli 2026, dan ditandatangani oleh Gita Ashari selaku Head of Corporate Secretary & Legal MHKI pada 14 Oktober 2026.
