Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) melalui Corporate Secretary Detryanti Putri menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu VIII (rights issue PMHMETD VIII) kepada OJK untuk periode yang berakhir 30 September 2026. Rights issue dengan kode saham MPPA-R ini efektif sejak 17 Juni 2026 dan menghasilkan dana kotor Rp1.043.112.000.000. Setelah dipotong biaya penawaran umum Rp6.216.000.000, dana bersih yang diterima perusahaan tercatat Rp1.036.895.000.000.

Seluruh dana bersih tersebut sudah habis terpakai sesuai rencana yang tertulis di prospektus, dengan rincian Rp780.000.000.000 atau 75,22 persen untuk pembelian aset, dan Rp256.895.000.000 atau 24,78 persen untuk modal kerja. Realisasi per 30 September 2026 sama persis dengan rencana awal sehingga sisa dana tercatat nol. Sebelum terpakai seluruhnya, sisa dana sempat ditempatkan di Bank CIMB Niaga, pihak ketiga yang tidak berelasi dengan perusahaan, dengan bunga simpanan 3,25 persen per tahun.

Dari sisi biaya penawaran umum, MPPA merinci pengeluaran Rp4.133.000.000 (0,40 persen) untuk jasa profesi penunjang pasar modal, Rp1.100.000.000 (0,11 persen) untuk jasa konsultasi keuangan, Rp821.000.000 (0,08 persen) untuk biaya lain-lain, dan Rp164.000.000 (0,02 persen) untuk jasa lembaga penunjang pasar modal. Perusahaan mencatat tidak ada biaya penjaminan emisi, biaya penyelenggaraan, maupun biaya penjualan yang dibebankan dalam aksi korporasi ini.